Tittle : Continues
Step
Genre : Gado-gado is
salad; Komedy Putar
Rating : Bimbingan
pacar masing-masing jangan pacar tetangga ente gan :p
Cast Rider :
Scott Redding
Bradley Smith
Stefan Bradl a.k.a
Etep
Valentino Rossi
Luca Marini
Esteve Rabat
Aleix Espargaro
Other…
Cast Twitter + WAGs:
Hwang Zia
(@fauziahfitri_)
Alicia (@TepSsa06)
Demetria
(@Tio_Yellow46)
Enzi Garcia
(@Vidiyaannisa46)
Adriana
Ipet :p
Dan cast-cast lain
yang akan mendukung jalannya nih ep ep
Membaca ff ini dapat
menimbulkan stress. Bila stress berlanjut yang bikin ff nggak tanggung jawab
#kabur. Kepanjangan? Author lagi suka sama yang panjang-panjang #eh.
****
Seusai Sepang semua
rider, kru beserta opisial, UG ama WAGs bergegas menuju Philip Island. Uyeee
pantai-pantai.
@bandara (yang di
Malaysia)
"Bred bantuin
aku bawa koper napah." Zi diajab sama Scott suruh bawain koper doi,
padahal koper Zi juga mayan berat tuh. Poor Zi, kek nya si Scott bales dendam
ini.
Sementara itu
sepasang suami-istri paling senior di sirkuit (authornya minta gebuk). Demi
dengan manjanya bergelayut di lengannya Vale.
" Mau beb
diliatin orang tuh, udah tua juga." Vale rada risih dipandangin sinis ma
orang-orang di bandara.
" Biarin beb,
ntar bayimu ngambek lo." maklum si Demi lagi hamil muda.
" Iya deh iya."akhirnya
si Vale cuman bisa pasrah punya istri kek Demi.
Ditempat lain tapi
masih di bandara ada yang nggak kalah ngenes ketimbang Vale.
" Beb gendong
beb."
" Astaga beb
kamu sama aku kan gede kamu."
Sudah bisa nebak ini
siapa? Belum juga?
" Pacaran udah
bertahun-tahun masa kita nggak pernah gendong-gendongan."
" Siapa suruh
lebih tinggi dari aku."
" Kan ini
takdir beb, takdir."
" Udahlah minta
gendong Puig aja sana."
" Ogah pacarku
kan kamu bukan Puig."
"
Terserah."
Dan akhirnya mereka
pun musuhan sampai di Philip Island. Dan kayaknya sekarang lagi musimnya WAGs
bermanja ria mau manas-manasin fans gebetan mereka. Dan yang marahan gegara
masalah gendong-gendongan tadi tu si Ipet ama Dani.
@kabin pesawat
" Zi duduk sama
aku aja." Estep Rabat dengan senyum super lebarnya nawarin Zi yang keknya
kebingungan cari tempat duduk. Disebelah Rabat ada si Nakagami, mayanlah gak
papa. Ini kabin pesawat apa kabin angkot sih? Pake kebingungan nyari tempat
duduk segala -_-.
Zi pun duduk dengan
santainya tanpa meduliin Rabat yang matanya udah berbinar-binar kek pudel, bisa
duduk sama dia. Selain itu kali ini Zi pake baju Barca yang yah rada ngepas ama
badan Zi yang udah kek tusuk gigi, dan celana pendek selutut. Keknya Zi mau
pamer kakinya yang mungil, semakin membuat Rabat ngeces-ngeces (bahasa apalah
ini -_-).
Saat Zi asyik baca
majalah yang sempat ia beli tadi sebelum take off di tukang cangcimen (nih
tukang cangcimen ngeksis banget). Seseorang menanyainya" Zi aku ganteng
nggak?" <--- ini Rabat yang nanya.
Zi memasang wajah
pucat pasi, mau dijawab ganteng ntar dikira pitnah, nah kalau dibilang
pas-pasan ntar si Rabat ngambek.
" Gimana
Zi?"
" Nggak tau ya,
aku nggak bisa nilai orang." bedeh diplomatis amat.
" Yah padahal
kamu itu tukang analisis handal."
" Itukan kalau
di twitter."
" Lah kalau di
dunia nyata?"
" Nggak."
:| watados.
" Zi Zi."
seseorang manggil Zi sambil bisik-bisik tetangga.
" Siapa?
Apa?"
" Aku Aleix
Zi."
" Eh kamu,
kenapa?"
" Duduk sama ku
ya! Please." Aleix mohon-mohon kek anak SD-SMA minta uang saku ama emak
:p.
" Emang disitu
kosong?"
" Iya, cuman
aku ama emPol nih." Aleix nunjuk-nunjuk Pol disebelahnya. Yang ditunjuk
udah ngorok, padahal pesawat baru aja take off 15menit yang lalu -_-. Sleep
lovers.
Zi pun pindah tempat
duduk dsebelahnya babang Aleix, diantara Pol ama Aleix. Ihir diantara cowok
ganteng nih, soalnya yang tadi diantara cowok ganteng dan pas-pasan, Zi benerin
tata letak rambut :|.
" Zi cantik
hari ini." Aleix mulai melancarkan serangan tepe-tepenya.
" Aleix juga
ganteng deh." Zi meninju manja lengan Aleix, saking manjanya sampai Aleix
hampir kejungkel.
" Zi tenaganya
kuat amat." Aleix ngusap-ngusap lengannya. Tapi nggak papa lah kan yang
mukul cewek cantik juga
" Zi kan
macho."
" Mantan cowok
kan Zi?"
" Enak
aja." Zi cembetut seketika.
" Ih Zi jangan
cembetut gitu dong." Aleix nya nyubit gemas pipi tembem Zi. Badan boleh
kurus, pipi harus tembem, jadi kalau ada yang tanya kemana berat badan Zi? Ke
pipi -_-.
Tapi ternyata
kelakuan manja-manjaan nggak normalnya Aleix vs Zi ini ada yang nggak suka nih.
Terbukti sesosok(?) cowok mengamati mereka berdua dengan rasa dendam
*jengjengjeng*.
" Mandang apaan
sih lo? Sinis amat?" Marc menepuk bahu Alex yang keknya lagi konsen
benjet.
" Nggak ah, ada
lalet di pipinya Pol."
" Merhatiin Pol
banget, naksir loh?" Marc udah usap-usap perut takut ntar anaknya
ketularan Alex :|
" Nggak lah.
Mit amit, kemaren aku taruhan ama Rins banyak-banyakan nangkep laler."
Alex alesanmu garing ma men.
" Etdah taruhan
mbok ya yang bagusan napa." Marc jadi medok jawa.
" Kan Rins yang
nentuin taruhannya wee :p."
Dan kedua kakak
beradik itupun akhirnya kelahian sampai tiba di sirkuit.
>>>>
" Beb kebelet
pipis nih." Demi udah nggak betah banget kek nya, soalnya doi udah
mlintir-mlintir ujung rok(?).
" Sabar dong
Hun." ihir panggilan ayangnya Hun. Kek merk mobil Hunday(?)
" Ini udah
ditahan dari di pesawat tadi beb."
" Kenapa nggak
dikeluarin dari tadi?"
" Kamunya bobok
aku nggak berani kewc sendirian."
By the way on the
way busway si Demi ini penakut banget.
" Sok romantis
banget sih, manja woey manja. Inget ama umur, dah emak-emak juga." Ipet
lewat sambil nggandeng Dani. Sebenernya nggak bisa dikatain nggandeng juga sih,
lebih mirip nyeret. Soalnya tadi si Dani nya lagi nyoba tepe-tepe ama Zi
#lemparbatako.
" Iri bilang
ajalah lu Pet." Demi ama si Ipet emang nggak pernah akur dari dulu, mereka
aja pernah lempar-lemparan panci yang mengakibatkan Lin Jarpis bonyok :|
" Sorry yah
ngiri ama situ." Ipet kibas rambut.
" Please dah
beb aku diseret-seret mulu kek koper. Mentang-mentang aku 11-12 ama
koper."Dani manyun-manyun. Rider motogp terkenal kek gini diseret-seret
ama pacar sendiri. Satu kata ajadah buat elu Dan(?), MENGENASKAN.
" Kamu sih
kenapa coba nggodain tuh janda kembang."
" Hedeh siapa
juga yang nggodain." padahal Dani tadi tuh curi-curi pandang.
" Pokoknya aku
nggak mau liat kamu deketan lagi ama Zi."
" Apa coba
masalahnya."
" Ntar kamu
malah berpaling."
" Kek mana mau
berpaling orang hatiku dah kamu borgol, beb." Dani meluncurkan gombalan
termautnya. Padahal ya nggak maut-maut amat sih, tapi cukup membuat si Ipet
hampir mimisan di bandara.
****
" Zi cepetan
mandinya. Mandi apa konser world tour sih, lama amat." Bred gedor-gedor
pintu kamar mandi hotel. Tapi apalah daya suara cempreng Bred nggak bakalan
ngalahin suara Zi yang lagi nyanyiin lagunya Lunafly yang Fly to Love dengan
suara serak-serak badai miliknya.
" Bentaran
napah masih luluran nih."
" Elah cowok
kok pake luluran."
" Enak aja gue
cewek Bred, cewek. Pakai kamar mandi Scott dulu gin."
" Mati
airnya."
" Kamar mandimu
nggak ada?"
" Sama mati
juga."
" Ini hotel
apaan sih?"
" Entahlah,
cepetan." Bred udah nggak sabar lagi buat mandi, badannya udah lengket
banget.
Setelah 15menit
berdiri dengan sabarnya nungguin Zi mandi akhirnya Bred bisa bernapas lega
soalnya Zi telah menutaskan vase mandi dia. Ribet amat dah nih bahasa.
****
" Huwaaa jeng
Demiiii. Miss miss ama kamu." Adriana berlari sambil membuka tangannya (ah
apalah ini pokoknya itu kayak mau minta peluk).
" Jeng Adriana
miss miss too." Dan dua ibu-ibu ribet itupun berpelukan.
" Nggak ada
yang kangen aku tah?" Ipet clingak-clinguk dari balik paddocknya Dani.
" Idih siapa
elu." Demi ama si Adriana serempak berbalik abis itu nerusin acara pelukan
yang tadi.
" Ya
udah." si Ipet balik lagi masuk ke paddocknya Dani. Kena kacang + bentakan
dia tadi :|.
" Jalan-jalan
yuk." Demi udah mupeng pengen keliling-keliling sirkuit kek dulu lagi
barengan ama Adriana.
" Cuss."
Adriana menggandeng tangan Demi.
" Eit… eit…
eit…." Vale yang keburu tau istri tercintahnya mau jalan-jalan ama Adriana
langsung muncul gitu aja kek jailangkung.
" Napa sih beb
ngalangin orang jalan itu pamali."
" Nggak boleh,
ntar dedek bayinya kecape'an."
" Elah jadi
emaknya nggak diurus nih."
Adriana udah ngacir,
bisa-bisa kalau dia masih stay aja di depan paddocknya si Vale dia bakalan kena
UPO, ituloh piring terbang -_-
" Ealah Hun,
emaknya kan proritas utama." Vale semakin mendekatkan pinggangnya.
" Appan sih ini
deket-deket."
" Etdah hun
paham-paham dong."
" Malu beb
depan umum nih."
" Elah hun kek
gak pernah didepan umum aja."
" Ih paan dah
si bebeb nih."
Wajah Vale makin
mendekati wajah Demi. Padahal nih si Demi udah merem-merem menantikan kecupan
manisnya Vale. Tapi apalah kenyataan yang ada, aksi Vale cuman diakhiri dengan
acara Vale mitet(?) idung nya Demi :3. udah ngebayangin mereka cipokan ya?
Wkwkwkwk :D.
>>>>
Kualipikasi buat
kelas motogp udah mulai, Zi dengan antengnya nonton dari paddocknya Scott
sembari makan popocorn boleh dia ngrampas punya Matteo Ferrari bukan Guerinoni.
Dan bisa dipastiin kalau Matteo Ferrari nya nangis kejer-kejer.
" Eh Zi jalan
yuk." entah dari mana datangnya yang jelas Alicia udah nongol gitu aja di
sebelahnya.
" Eh
kapan-kapan kau datengnya?"
" Elah kau tak
memperhatikan bidadarinya bang Etep yang super unyu kek Marsupilami buba buba
ini dateng apa?" Alicia sesungut. Keknya di ep ep ini bakalan banyak kata
"elah" nya. Entah kenapa tuh kata paling banyak muncul dibenak author
:3.
" Etdah
marsupilami buba buba kebawa-bawa mentang-mentang ada di aussie."
" Udah deh,
jalan yuk. Liat-liat pantai, lagiankan nggak ada yang menarik juga kan di
motogp." <--- mentang-mentang Etep gak ikutan Race.
" Lets
go."
Kedua wanita muda
itu berjalan kesalah satu sudut sirkuit yang menghadap kepantai.
" Huuu Indah
banget." Zi berteriak sambil merentangkan kedua tangannya.
" Zi lihat
pulau kambang Zi." Alicia nunjuk-nunjuk salah satu pulau yang letaknya
nggak terlalu jauh sama tempat mereka berdiri.
" Aish ngawur
jangan pake niat dong Al, ini Australia lain Kuin."
Sekedar Info aja
pulau kambang itu pulau ditengah-tengah sungai Barito, tempat dimana banyak
banget spesies-spesies primata terutama bekantan(kera hidung mancung) hidup.
Tapi kalau nggak salah gak ada orang utannya. <--- ini inpoh dah bener
belum?
" Eh kirain itu
pulau kambang."
" Kenapa sih
keingetan sama pulau kambang. Kangen ya sama tetangga?"
PLETAK. Jitakan
panas Alicia mendarat tepat di jidat Zi yang mirip jidatnya Pol -_-.
" Main jitak
orang seenaknya." Zi ngelus-ngelus jidatnya yang baru aja dijitak ama
Alicia.
" Siapa suruh
bilang gue tetanggaan sama penghuni pulau kambang."
" Siapa suruh
namain pulau di Australia pake nama pulau kembang. Kan tuh nama emang sensitip
abis."
****
Seusai Kualipikasi
buat kelas motogp terjadi kerusuhan di paddocknya bang Rossi. Eleh-eleh
semenjak ada Rossi banyak bener kegaduhannya #KeepKegaduhan .
" Kamu bawa
siapa ini?" Demi nunjuk-nunjuk cewek yang digandeng ama Luca Marini. Inget
ya Luca MARINI bukan Luca MANTAN :|.
" Pacarku,
calon tunangan sih." Luca dengan bangganya mengecup tangan sang ehem… pacar.
" Tunggu ampe
abang mu tau."
Bak pucuk dicinta
unlam(?) pun tiba. Rossi nggak lama kemudian datang ke paddock dengan muka
pucat pasi ngeliat adek tirinya yang paling cakep gandeng-gandeng cewek.
" Siapa?"
Rossi nanyainnya nggak nyantai.
" Calon bini,
eleh sok nggak tau nih." <---- keknya Luca ngajak kelahi.
" Berani
beraninya kamu mau nikah?" mukanya di zoom in, zoom out.
" Dari pada
situ dulunya perjaka tua." seorang mekanik dengan usilnya nyaut aja.
Rossi seketika
mewek. Adeknya yang belum genep 17tahun aja udah berani beraninya bawa cewek ke
paddock abangnya. Padahal nih ya abangnya aja baru nikah pas umurnya udah
30tahun lebih :|. Please dah Luca kalau elu ngebet bilang aja.
" Kamu kok
mau-maunya sih sama si Luca?" kini giliran Demi yang membentak ceweknya si
Luca. Rossi cuman bisa elus-elus dada.
" Luca so
sweet." ceweknya Luca senyum-senyum sendiri sambil tetep glendotan di
lengan Luca.
" Kamu dipelet
Luca apa gimana sih. Aduh kalian ini masih pada ingusan jangan pacaran dulu
deh." pala Rossi udah nyut-nyutan ngeliat kelakuan adeknya yang yah
rada-rada.
Saking sebalnya
Rossi ama Demi akhinya pergi entah kemana meninggalkan paddocknya, tinggallah
Luca ama si Enzi pacarnya. Piwit ihir, prikitiw.
" Bebeb Enzi
mau dipangku?" Luca membetulkan letak poni Enzi yang berdiri dihadapannya.
" Enggak
ah." Enzi tersapu eh tersipu malu.
" Sini
deh." Luca langsung aja narik Enzi kedalam pangkuannya.
" Swiwit(?)
yang lagi kasmaran." Alex Rins yang kebetulan lewat langsung bersiul-siul
ria.
" Apaan sih
ganggu." Luca langsung nutupin mukanya sama muka Enzi sama jaket. Eh pada
ngapain tuh?
****
Sepasang kekasih
tengah berjalan diantara rumput-rumput hijau dipinggir lintasan *ceileh
bahasanya* mereka adalah Luca sama Enzi. Kek orang lain yang dimabuk asmara
bukan dimabuk lem fox mereka saling kejar-kejaran kek di pilem-pilem India.
Sementara itu Demi
sama Vale cuman bisa manyun-manyun doang ngeliat tingkah laku adek tiri sama
adek ipar mereka.
" Luca emang
udah keterlaluan, masa aku baru nikah dia udah mau tuangan aja. Nggak adil
dong."
" Iya tuh
harusnya dia sekolah dulu yang tinggi."
" Jangan deh
beb kesian Luca kalau sekolah tinggi-tinggi."
" Lah emang
kenapa?"
" Ntar kalau
ketinggian nggak ada tangga apalagi lift ama eskalator kek gimana coba dia mau
turunnya. Masa dia bikin tangga dulu lah, aduh mahasiswa pake tangga. Elt dikit
dong hun."
Demi tepok jidat. "
Aduh punya suami keren-keren tapi lola."
“ Beb nyanyiin aku
lagu gitu kek biar aku nggak sedih. Yang romantis-romantis gitu beb, kayak pas
PeDeKaTe’an dulu.”
“ Ehem.” Vale cek
sound(?).
“ Dan Demi napas
yang telah kau hembuskan…”
Bukannya terhibur
Demi malah nangis kejer, kek gimana nggak nangis kalau suaminya yang dimintain
nyanyi lagu romatis malah nyanyiin lagu religi yang entah udah taun kapan
rilisnya.
****
Nggak jauh dari situ
ada trio British rada-rada geje sedang main monopoli.
" SKAK."
eh main monopoli ada skak?
" Bred ini
monopoli bukan catur." Zi menyipitkan matanya tanda males, padahal tuh
mata emang sipit dari cetakan aslinya.
" Sorry sorry
lupa kebawa emosi tadi."
" Untung aja
tadi aku nggak di skip sama Bred."
Walah walah ini pada
main monopoli apa main catur sama UNO sih? Authornya pening nih.
" Hay kak Zi
pada main apanih?" Alex Marquez yang kebetulan lewat ikut nimbrung.
" Eh ini main
monopoli, dedek Alex mau ikut?"
Karena si Alex nih
naksir ama Zi makannya doi ngikut mulu -_-.
****
Zi duduk-duduk depan
paddocknya Bred bareng Scott, yang punya paddock, Alex, Alicia, ama Etep.
" Eh tadi ada
kejadian lucu loh pas kualipikasi?" Scott memulai pergosipan.
"
Apa-apa?" Zi ama Alicia biggosnya paddock mendadak kepo. Maklum tadi kan
pas kualipikasi mereka lagi berdebat masalah pulau kambang -_-a.
" Lu pada
taukan Jojo?"
" Tau."
jawab yang lain serempak. Elah masa tiap race di sirkuit nggak tau Jojo sih.
" Dia nabrak
burung, kesian banget tau nggak."
"
Burungnya." Etep ama Alicia njawab dengan kompaknya.
Yang lainpun
akhirnya ikut ngakak.
" Eh tapi elu
tadi juga kasian deh Scott."
" Kenapa?"
" Jatuh
sendiri, bangun bangun sendiri, cidera pun sendiri." Bred malah dangdutan.
" Elah Bred,
temen jatoh juga bukannya disupport malah di syukurin sih." Zi lagi bajak
eh bijak.
" Sorry Zi
kebawa suasana."
" Gimana Scott
besok lu race nggak?" kini giliran Etep yang nanya.
" Enggak deh
kayaknya."
" Yess ada
temen. Toss dulu."
Dan Etep ama Scott
pun akhirnya ber toss ria.
"GUBRAK."
seru Zi,Bred,Alicia,sama Alex barengan.
" Eh kak Zi mau
nggak besok mayungin aku." ucap Alex malu-malu kelinci(?)
" Eh?"
" Mau nggak
kak?"
Zi mikir-mikir dulu.
Soalnya kan si Alex ini adeknya dia punya musuh.
" Gimana
ya?"
" Yah terserah
kakak."
" Ok deh."
" Ciye."
sontak anak-anak yang lain pada ciye ciye.
****
Race kelas moto3
baru akan dimulai. Zi udah tebar-tebar pesona, beberapa wartawan langsung
ngerumunin Zi. Jarang-jarang nih ABG di payungin janda :p #sendalmelayang.
" Kak Zi
makasih banget ya." Alex pasang pose depan kamera yang emang ngerumunin
mereka bedua.
Zi juga nggak kalah
dari Alex, doi juga ngikut masang seribu gaya. Anak-anak moto3 yang masih bau bawang pada ninggalin grid mereka
masing-masing dan pindah ke gridnya Alex.
****
Giliran race motogp,
seperti biasanya Zi jadi UG tetap a.k.a permanen nya Bred. Sementara Alicia
yang nggak kena tugas mayungin Etep malah mayungin Aleix Espargaro. Haha
mayungin mantan calon kakak ipar :|.
" Zi taruhan
siapa nih yang bakalan menang?"
" Dani
lah."
" Yakin lu? Gue
dukung Jojo aja dah kemaren dia nabrak burungnya keren. Apalagi pas
slowmotion."
" Ok, 5buah ice
cream ya?"
" Magnum."
" Deal.
Banyak banget drama
yang tersaji pas race, ePTiPi mah kalah, sinteron apa lagi. Mulai dari drama
Dani yang harus turun satu posisi gegara doi kekencengan pas di Pit. Marc yang
senggol senggolan euy senggol senggolan *nyanyi* ama si Jojo. Terus black
flagnya beberapa rider termasuk Marc yang lumayan telat masuk Pit, untung dah
tu di black flag bukan gegara telat datang bulan, kalau iya kan bisa gawat
ceritanya.
Seusai race Zi
langsung ngacir, doi kabur duluan soalnya takut ditagih ice cream magnum 5buah
ama Bred.
Pesan : Makannya
jangan asal main taruhan.
-Insya Allah
disambung kalau ada lampu bohlam a.k.a ide nyangsang diatas kepala-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar