SpongeBob SquarePants

Senin, 04 November 2013

A Part of My Life #2

Tittle : Continues Step
Genre : Gado-gado is salad; Komedy Putar
Rating : Bimbingan pacar masing-masing jangan pacar tetangga ente gan :p
Cast Rider :
Scott Redding
Bradley Smith
Stefan Bradl a.k.a Etep
Valentino Rossi
Luca Marini
Esteve Rabat
Aleix Espargaro
Other…
Cast Twitter + WAGs:
Hwang Zia (@fauziahfitri_)
Alicia (@TepSsa06)
Demetria (@Tio_Yellow46)
Enzi Garcia (@Vidiyaannisa46)
Adriana
Ipet :p
Dan cast-cast lain yang akan mendukung jalannya nih ep ep

Membaca ff ini dapat menimbulkan stress. Bila stress berlanjut yang bikin ff nggak tanggung jawab #kabur. Kepanjangan? Author lagi suka sama yang panjang-panjang #eh.
****
Seusai Sepang semua rider, kru beserta opisial, UG ama WAGs bergegas menuju Philip Island. Uyeee pantai-pantai.

@bandara (yang di Malaysia)

"Bred bantuin aku bawa koper napah." Zi diajab sama Scott suruh bawain koper doi, padahal koper Zi juga mayan berat tuh. Poor Zi, kek nya si Scott bales dendam ini.
Sementara itu sepasang suami-istri paling senior di sirkuit (authornya minta gebuk). Demi dengan manjanya bergelayut di lengannya Vale.
" Mau beb diliatin orang tuh, udah tua juga." Vale rada risih dipandangin sinis ma orang-orang di bandara.
" Biarin beb, ntar bayimu ngambek lo." maklum si Demi lagi hamil muda.
" Iya deh iya."akhirnya si Vale cuman bisa pasrah punya istri kek Demi.
Ditempat lain tapi masih di bandara ada yang nggak kalah ngenes ketimbang Vale.
" Beb gendong beb."
" Astaga beb kamu sama aku kan gede kamu."
Sudah bisa nebak ini siapa? Belum juga?
" Pacaran udah bertahun-tahun masa kita nggak pernah gendong-gendongan."
" Siapa suruh lebih tinggi dari aku."
" Kan ini takdir beb, takdir."
" Udahlah minta gendong Puig aja sana."
" Ogah pacarku kan kamu bukan Puig."
" Terserah."
Dan akhirnya mereka pun musuhan sampai di Philip Island. Dan kayaknya sekarang lagi musimnya WAGs bermanja ria mau manas-manasin fans gebetan mereka. Dan yang marahan gegara masalah gendong-gendongan tadi tu si Ipet ama Dani.

@kabin pesawat

" Zi duduk sama aku aja." Estep Rabat dengan senyum super lebarnya nawarin Zi yang keknya kebingungan cari tempat duduk. Disebelah Rabat ada si Nakagami, mayanlah gak papa. Ini kabin pesawat apa kabin angkot sih? Pake kebingungan nyari tempat duduk segala -_-.
Zi pun duduk dengan santainya tanpa meduliin Rabat yang matanya udah berbinar-binar kek pudel, bisa duduk sama dia. Selain itu kali ini Zi pake baju Barca yang yah rada ngepas ama badan Zi yang udah kek tusuk gigi, dan celana pendek selutut. Keknya Zi mau pamer kakinya yang mungil, semakin membuat Rabat ngeces-ngeces (bahasa apalah ini -_-).
Saat Zi asyik baca majalah yang sempat ia beli tadi sebelum take off di tukang cangcimen (nih tukang cangcimen ngeksis banget). Seseorang menanyainya" Zi aku ganteng nggak?" <--- ini Rabat yang nanya.
Zi memasang wajah pucat pasi, mau dijawab ganteng ntar dikira pitnah, nah kalau dibilang pas-pasan ntar si Rabat ngambek.
" Gimana Zi?"
" Nggak tau ya, aku nggak bisa nilai orang." bedeh diplomatis amat.
" Yah padahal kamu itu tukang analisis handal."
" Itukan kalau di twitter."
" Lah kalau di dunia nyata?"
" Nggak." :| watados.
" Zi Zi." seseorang manggil Zi sambil bisik-bisik tetangga.
" Siapa? Apa?"
" Aku Aleix Zi."
" Eh kamu, kenapa?"
" Duduk sama ku ya! Please." Aleix mohon-mohon kek anak SD-SMA minta uang saku ama emak :p.
" Emang disitu kosong?"
" Iya, cuman aku ama emPol nih." Aleix nunjuk-nunjuk Pol disebelahnya. Yang ditunjuk udah ngorok, padahal pesawat baru aja take off 15menit yang lalu -_-. Sleep lovers.
Zi pun pindah tempat duduk dsebelahnya babang Aleix, diantara Pol ama Aleix. Ihir diantara cowok ganteng nih, soalnya yang tadi diantara cowok ganteng dan pas-pasan, Zi benerin tata letak rambut :|.
" Zi cantik hari ini." Aleix mulai melancarkan serangan tepe-tepenya.
" Aleix juga ganteng deh." Zi meninju manja lengan Aleix, saking manjanya sampai Aleix hampir kejungkel.
" Zi tenaganya kuat amat." Aleix ngusap-ngusap lengannya. Tapi nggak papa lah kan yang mukul cewek cantik juga
" Zi kan macho."
" Mantan cowok kan Zi?"
" Enak aja." Zi cembetut seketika.
" Ih Zi jangan cembetut gitu dong." Aleix nya nyubit gemas pipi tembem Zi. Badan boleh kurus, pipi harus tembem, jadi kalau ada yang tanya kemana berat badan Zi? Ke pipi -_-.
Tapi ternyata kelakuan manja-manjaan nggak normalnya Aleix vs Zi ini ada yang nggak suka nih. Terbukti sesosok(?) cowok mengamati mereka berdua dengan rasa dendam *jengjengjeng*.
" Mandang apaan sih lo? Sinis amat?" Marc menepuk bahu Alex yang keknya lagi konsen benjet.
" Nggak ah, ada lalet di pipinya Pol."
" Merhatiin Pol banget, naksir loh?" Marc udah usap-usap perut takut ntar anaknya ketularan Alex :|
" Nggak lah. Mit amit, kemaren aku taruhan ama Rins banyak-banyakan nangkep laler." Alex alesanmu garing ma men.
" Etdah taruhan mbok ya yang bagusan napa." Marc jadi medok jawa.
" Kan Rins yang nentuin taruhannya wee :p."
Dan kedua kakak beradik itupun akhirnya kelahian sampai tiba di sirkuit.
>>>> 
" Beb kebelet pipis nih." Demi udah nggak betah banget kek nya, soalnya doi udah mlintir-mlintir ujung rok(?).
" Sabar dong Hun." ihir panggilan ayangnya Hun. Kek merk mobil Hunday(?)
" Ini udah ditahan dari di pesawat tadi beb."
" Kenapa nggak dikeluarin dari tadi?"
" Kamunya bobok aku nggak berani kewc sendirian."
By the way on the way busway si Demi ini penakut banget.
" Sok romantis banget sih, manja woey manja. Inget ama umur, dah emak-emak juga." Ipet lewat sambil nggandeng Dani. Sebenernya nggak bisa dikatain nggandeng juga sih, lebih mirip nyeret. Soalnya tadi si Dani nya lagi nyoba tepe-tepe ama Zi #lemparbatako.
" Iri bilang ajalah lu Pet." Demi ama si Ipet emang nggak pernah akur dari dulu, mereka aja pernah lempar-lemparan panci yang mengakibatkan Lin Jarpis bonyok :|
" Sorry yah ngiri ama situ." Ipet kibas rambut.
" Please dah beb aku diseret-seret mulu kek koper. Mentang-mentang aku 11-12 ama koper."Dani manyun-manyun. Rider motogp terkenal kek gini diseret-seret ama pacar sendiri. Satu kata ajadah buat elu Dan(?), MENGENASKAN.
" Kamu sih kenapa coba nggodain tuh janda kembang."
" Hedeh siapa juga yang nggodain." padahal Dani tadi tuh curi-curi pandang.
" Pokoknya aku nggak mau liat kamu deketan lagi ama Zi."
" Apa coba masalahnya."
" Ntar kamu malah berpaling."
" Kek mana mau berpaling orang hatiku dah kamu borgol, beb." Dani meluncurkan gombalan termautnya. Padahal ya nggak maut-maut amat sih, tapi cukup membuat si Ipet hampir mimisan di bandara.
****
" Zi cepetan mandinya. Mandi apa konser world tour sih, lama amat." Bred gedor-gedor pintu kamar mandi hotel. Tapi apalah daya suara cempreng Bred nggak bakalan ngalahin suara Zi yang lagi nyanyiin lagunya Lunafly yang Fly to Love dengan suara serak-serak badai miliknya.
" Bentaran napah masih luluran nih."
" Elah cowok kok pake luluran."
" Enak aja gue cewek Bred, cewek. Pakai kamar mandi Scott dulu gin."
" Mati airnya."
" Kamar mandimu nggak ada?"
" Sama mati juga."
" Ini hotel apaan sih?"
" Entahlah, cepetan." Bred udah nggak sabar lagi buat mandi, badannya udah lengket banget.
Setelah 15menit berdiri dengan sabarnya nungguin Zi mandi akhirnya Bred bisa bernapas lega soalnya Zi telah menutaskan vase mandi dia. Ribet amat dah nih bahasa.
****
" Huwaaa jeng Demiiii. Miss miss ama kamu." Adriana berlari sambil membuka tangannya (ah apalah ini pokoknya itu kayak mau minta peluk).
" Jeng Adriana miss miss too." Dan dua ibu-ibu ribet itupun berpelukan.
" Nggak ada yang kangen aku tah?" Ipet clingak-clinguk dari balik paddocknya Dani.
" Idih siapa elu." Demi ama si Adriana serempak berbalik abis itu nerusin acara pelukan yang tadi.
" Ya udah." si Ipet balik lagi masuk ke paddocknya Dani. Kena kacang + bentakan dia tadi :|.
" Jalan-jalan yuk." Demi udah mupeng pengen keliling-keliling sirkuit kek dulu lagi barengan ama Adriana.
" Cuss." Adriana menggandeng tangan Demi.
" Eit… eit… eit…." Vale yang keburu tau istri tercintahnya mau jalan-jalan ama Adriana langsung muncul gitu aja kek jailangkung.
" Napa sih beb ngalangin orang jalan itu pamali."
" Nggak boleh, ntar dedek bayinya kecape'an."
" Elah jadi emaknya nggak diurus nih."
Adriana udah ngacir, bisa-bisa kalau dia masih stay aja di depan paddocknya si Vale dia bakalan kena UPO, ituloh piring terbang -_-
" Ealah Hun, emaknya kan proritas utama." Vale semakin mendekatkan pinggangnya.
" Appan sih ini deket-deket."
" Etdah hun paham-paham dong."
" Malu beb depan umum nih."
" Elah hun kek gak pernah didepan umum aja."
" Ih paan dah si bebeb nih."
Wajah Vale makin mendekati wajah Demi. Padahal nih si Demi udah merem-merem menantikan kecupan manisnya Vale. Tapi apalah kenyataan yang ada, aksi Vale cuman diakhiri dengan acara Vale mitet(?) idung nya Demi :3. udah ngebayangin mereka cipokan ya? Wkwkwkwk :D.
>>>> 
Kualipikasi buat kelas motogp udah mulai, Zi dengan antengnya nonton dari paddocknya Scott sembari makan popocorn boleh dia ngrampas punya Matteo Ferrari bukan Guerinoni. Dan bisa dipastiin kalau Matteo Ferrari nya nangis kejer-kejer.
" Eh Zi jalan yuk." entah dari mana datangnya yang jelas Alicia udah nongol gitu aja di sebelahnya.
" Eh kapan-kapan kau datengnya?"
" Elah kau tak memperhatikan bidadarinya bang Etep yang super unyu kek Marsupilami buba buba ini dateng apa?" Alicia sesungut. Keknya di ep ep ini bakalan banyak kata "elah" nya. Entah kenapa tuh kata paling banyak muncul dibenak author :3.
" Etdah marsupilami buba buba kebawa-bawa mentang-mentang ada di aussie."
" Udah deh, jalan yuk. Liat-liat pantai, lagiankan nggak ada yang menarik juga kan di motogp." <--- mentang-mentang Etep gak ikutan Race.
" Lets go."
Kedua wanita muda itu berjalan kesalah satu sudut sirkuit yang menghadap kepantai.
" Huuu Indah banget." Zi berteriak sambil merentangkan kedua tangannya.
" Zi lihat pulau kambang Zi." Alicia nunjuk-nunjuk salah satu pulau yang letaknya nggak terlalu jauh sama tempat mereka berdiri.
" Aish ngawur jangan pake niat dong Al, ini Australia lain Kuin."
Sekedar Info aja pulau kambang itu pulau ditengah-tengah sungai Barito, tempat dimana banyak banget spesies-spesies primata terutama bekantan(kera hidung mancung) hidup. Tapi kalau nggak salah gak ada orang utannya. <--- ini inpoh dah bener belum?
" Eh kirain itu pulau kambang."
" Kenapa sih keingetan sama pulau kambang. Kangen ya sama tetangga?"
PLETAK. Jitakan panas Alicia mendarat tepat di jidat Zi yang mirip jidatnya Pol -_-.
" Main jitak orang seenaknya." Zi ngelus-ngelus jidatnya yang baru aja dijitak ama Alicia.
" Siapa suruh bilang gue tetanggaan sama penghuni pulau kambang."
" Siapa suruh namain pulau di Australia pake nama pulau kembang. Kan tuh nama emang sensitip abis."
****
Seusai Kualipikasi buat kelas motogp terjadi kerusuhan di paddocknya bang Rossi. Eleh-eleh semenjak ada Rossi banyak bener kegaduhannya #KeepKegaduhan .
" Kamu bawa siapa ini?" Demi nunjuk-nunjuk cewek yang digandeng ama Luca Marini. Inget ya Luca MARINI bukan Luca MANTAN :|.
" Pacarku, calon tunangan sih." Luca dengan bangganya mengecup tangan sang ehem… pacar.
" Tunggu ampe abang mu tau."
Bak pucuk dicinta unlam(?) pun tiba. Rossi nggak lama kemudian datang ke paddock dengan muka pucat pasi ngeliat adek tirinya yang paling cakep gandeng-gandeng cewek.
" Siapa?" Rossi nanyainnya nggak nyantai.
" Calon bini, eleh sok nggak tau nih." <---- keknya Luca ngajak kelahi.
" Berani beraninya kamu mau nikah?" mukanya di zoom in, zoom out.
" Dari pada situ dulunya perjaka tua." seorang mekanik dengan usilnya nyaut aja.
Rossi seketika mewek. Adeknya yang belum genep 17tahun aja udah berani beraninya bawa cewek ke paddock abangnya. Padahal nih ya abangnya aja baru nikah pas umurnya udah 30tahun lebih :|. Please dah Luca kalau elu ngebet bilang aja.
" Kamu kok mau-maunya sih sama si Luca?" kini giliran Demi yang membentak ceweknya si Luca. Rossi cuman bisa elus-elus dada.
" Luca so sweet." ceweknya Luca senyum-senyum sendiri sambil tetep glendotan di lengan Luca.
" Kamu dipelet Luca apa gimana sih. Aduh kalian ini masih pada ingusan jangan pacaran dulu deh." pala Rossi udah nyut-nyutan ngeliat kelakuan adeknya yang yah rada-rada.
Saking sebalnya Rossi ama Demi akhinya pergi entah kemana meninggalkan paddocknya, tinggallah Luca ama si Enzi pacarnya. Piwit ihir, prikitiw.
" Bebeb Enzi mau dipangku?" Luca membetulkan letak poni Enzi yang berdiri dihadapannya.
" Enggak ah." Enzi tersapu eh tersipu malu.
" Sini deh." Luca langsung aja narik Enzi kedalam pangkuannya.
" Swiwit(?) yang lagi kasmaran." Alex Rins yang kebetulan lewat langsung bersiul-siul ria.
" Apaan sih ganggu." Luca langsung nutupin mukanya sama muka Enzi sama jaket. Eh pada ngapain tuh?
****
Sepasang kekasih tengah berjalan diantara rumput-rumput hijau dipinggir lintasan *ceileh bahasanya* mereka adalah Luca sama Enzi. Kek orang lain yang dimabuk asmara bukan dimabuk lem fox mereka saling kejar-kejaran kek di pilem-pilem India.
Sementara itu Demi sama Vale cuman bisa manyun-manyun doang ngeliat tingkah laku adek tiri sama adek ipar mereka.
" Luca emang udah keterlaluan, masa aku baru nikah dia udah mau tuangan aja. Nggak adil dong."
" Iya tuh harusnya dia sekolah dulu yang tinggi."
" Jangan deh beb kesian Luca kalau sekolah tinggi-tinggi."
" Lah emang kenapa?"
" Ntar kalau ketinggian nggak ada tangga apalagi lift ama eskalator kek gimana coba dia mau turunnya. Masa dia bikin tangga dulu lah, aduh mahasiswa pake tangga. Elt dikit dong hun."
Demi tepok jidat. " Aduh punya suami keren-keren tapi lola."
“ Beb nyanyiin aku lagu gitu kek biar aku nggak sedih. Yang romantis-romantis gitu beb, kayak pas PeDeKaTe’an dulu.”
“ Ehem.” Vale cek sound(?).
“ Dan Demi napas yang telah kau hembuskan…”
Bukannya terhibur Demi malah nangis kejer, kek gimana nggak nangis kalau suaminya yang dimintain nyanyi lagu romatis malah nyanyiin lagu religi yang entah udah taun kapan rilisnya.
****
Nggak jauh dari situ ada trio British rada-rada geje sedang main monopoli.
" SKAK." eh main monopoli ada skak?
" Bred ini monopoli bukan catur." Zi menyipitkan matanya tanda males, padahal tuh mata emang sipit dari cetakan aslinya.
" Sorry sorry lupa kebawa emosi tadi."
" Untung aja tadi aku nggak di skip sama Bred."
Walah walah ini pada main monopoli apa main catur sama UNO sih? Authornya pening nih.
" Hay kak Zi pada main apanih?" Alex Marquez yang kebetulan lewat ikut nimbrung.
" Eh ini main monopoli, dedek Alex mau ikut?"
Karena si Alex nih naksir ama Zi makannya doi ngikut mulu -_-.
****
Zi duduk-duduk depan paddocknya Bred bareng Scott, yang punya paddock, Alex, Alicia, ama Etep.
" Eh tadi ada kejadian lucu loh pas kualipikasi?" Scott memulai pergosipan.
" Apa-apa?" Zi ama Alicia biggosnya paddock mendadak kepo. Maklum tadi kan pas kualipikasi mereka lagi berdebat masalah pulau kambang -_-a.
" Lu pada taukan Jojo?"
" Tau." jawab yang lain serempak. Elah masa tiap race di sirkuit nggak tau Jojo sih.
" Dia nabrak burung, kesian banget tau nggak."
" Burungnya." Etep ama Alicia njawab dengan kompaknya.
Yang lainpun akhirnya ikut ngakak.
" Eh tapi elu tadi juga kasian deh Scott."
" Kenapa?"
" Jatuh sendiri, bangun bangun sendiri, cidera pun sendiri." Bred malah dangdutan.
" Elah Bred, temen jatoh juga bukannya disupport malah di syukurin sih." Zi lagi bajak eh bijak.
" Sorry Zi kebawa suasana."
" Gimana Scott besok lu race nggak?" kini giliran Etep yang nanya.
" Enggak deh kayaknya."
" Yess ada temen. Toss dulu."
Dan Etep ama Scott pun akhirnya ber toss ria.
"GUBRAK." seru Zi,Bred,Alicia,sama Alex barengan.
" Eh kak Zi mau nggak besok mayungin aku." ucap Alex malu-malu kelinci(?)
" Eh?"
" Mau nggak kak?"
Zi mikir-mikir dulu. Soalnya kan si Alex ini adeknya dia punya musuh.
" Gimana ya?"
" Yah terserah kakak."
" Ok deh."
" Ciye." sontak anak-anak yang lain pada ciye ciye.
****
Race kelas moto3 baru akan dimulai. Zi udah tebar-tebar pesona, beberapa wartawan langsung ngerumunin Zi. Jarang-jarang nih ABG di payungin janda :p #sendalmelayang.
" Kak Zi makasih banget ya." Alex pasang pose depan kamera yang emang ngerumunin mereka bedua.
Zi juga nggak kalah dari Alex, doi juga ngikut masang seribu gaya. Anak-anak moto3 yang  masih bau bawang pada ninggalin grid mereka masing-masing dan pindah ke gridnya Alex.
****
Giliran race motogp, seperti biasanya Zi jadi UG tetap a.k.a permanen nya Bred. Sementara Alicia yang nggak kena tugas mayungin Etep malah mayungin Aleix Espargaro. Haha mayungin mantan calon kakak ipar :|.
" Zi taruhan siapa nih yang bakalan menang?"
" Dani lah."
" Yakin lu? Gue dukung Jojo aja dah kemaren dia nabrak burungnya keren. Apalagi pas slowmotion."
" Ok, 5buah ice cream ya?"
" Magnum."
" Deal.
Banyak banget drama yang tersaji pas race, ePTiPi mah kalah, sinteron apa lagi. Mulai dari drama Dani yang harus turun satu posisi gegara doi kekencengan pas di Pit. Marc yang senggol senggolan euy senggol senggolan *nyanyi* ama si Jojo. Terus black flagnya beberapa rider termasuk Marc yang lumayan telat masuk Pit, untung dah tu di black flag bukan gegara telat datang bulan, kalau iya kan bisa gawat ceritanya.
Seusai race Zi langsung ngacir, doi kabur duluan soalnya takut ditagih ice cream magnum 5buah ama Bred.
Pesan : Makannya jangan asal main taruhan.



-Insya Allah disambung kalau ada lampu bohlam a.k.a ide nyangsang diatas kepala-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar