SpongeBob SquarePants

Rabu, 30 Oktober 2013

El"Love"Classico - "Ketika Cintaku Salah Assist" Part 1


Tittle : El"Love"Classico-"Ketika Cintaku Salah Assist"
Rating : T aja deh :D
Genre : Romance seperlunya komedi
Cast :
Hwang Zia Carter (@fauziahfitri_)
Kylie Mourinho (@kusuma_wij)
Neymar
Alvaro Morata
Cesc Fabregas
Other….

EYD nya acak-adul ini, maap. Nih FF sebenernya mau dibikin ber-series tapi liat respon aja dulu, banyak nggak yang mau ini FF dibikin ber-series. Kalau banyak ya dibikin berseries, kalau nggak ya enggak -_- <<---- tanda pasrah.
****
Membincangkan laga antara Barcelona vs Real Madrid emang nggak ada abisnya. Apalagi ketika menjelang laga paling panas di ranah Spanyol ini. Zi nggak kalah heboh dari yang lainnya dong. Akhir-akhir ini memang laga ini sedang banyak diperbincangkan, mulai dari dunia nyata, dunia maya sampai dunia lain.
" Eh pegang berapa Zi?"
" Nggak tau, jangan seratus ya, nggak kuat gue. Taukan kalau abis push up gimana aku."
" Paling-paling mimisan Zi."
Eits ini taruhan nya push up ya, inilah kelakuan temen-temen kelasku pas ada big match. Ya kalau klub jagoannya kalah kan ada imbalannya, sixpact :3.
" Heleh itu kalau aku kepanasan kali." Zi njitak kepala Neymar. Sekalipun Neymar ini adalah seorang pesepakbola handal tapi kalau udah sama Zi dia bakalan nggak peduli sama statusnya sebagai pemain bola.
" Dukung aku ya Zi. Dukung Barca sih tepatnya hehe."
" Nyata sudah. Sekalipun Barca nggak ada kamu pun aku bakalan dukung Barca kali." Zi ngikik.
" Emang kenapa kalau ada aku?"
" Kamu kan sahabat terbaikku."
" Makasih Zi. Boleh minta peluk?"
" Silahkan."
Dan mereka pun berpelukan di kantin kampus -_-.
****
" Zi pakai ini ya." Neymar mengalungkan sebuah ID Card.
" Buat apa ini?"
" Kalau pakai ini kamu bebas masuk Camp Nou, termasuk ke loker room."
" Serius?" mata Zi langsung berbinar.
" Iya."
" Makasih ya."
Neymar hanya mengangguk, semua ini Neymar lakukan karena ia tertarik pada Zi, lebih pada ia tertarik terhadap Bruna. Lagi pula Zi juga baik terhadap Davi, dan sepertinya Davi juga sangat nyaman dengan Zi. Tapi masalahnya apakah Zi juga tertarik padanya? Zi memang baik padanya dan pada semua orang. Cara dia tersenyum, berbicara, sampai tatapannya pun sama kepada setiap orang. Tak ada satupun tanda Zi tertarik padanya. Zi hanya nyaman ketika bersamanya, tak lebih.
" Kamu nanti ada diloker room ya pas aku datang."
" Emmm…. Baiklah."
" Asyik."
Zi berlari seperti anak kecil, Zi berlari menuju Botiga. Ada sesuatu yang harus ia cari dan dibeli disana.
" Zi."
" Apa?" Zi berbalik.
" Janji ke loker room ya."
Zi hanya mengangguk.
>>>> 
15menit sebelum laga, Zi tak kunjung juga ke loker room, Neymar mulai gelisah.
" Zi kemana kamu? Kenapa nggak datang?" Neymar mondar-mandir kesana kemari kayak setrikaan rusak. Kelakuan Neymar ini mendapat tatapan aneh dari beberapa pemain Barca lainnya, terutama duo sobat Bartra-Tello yang doyang ngegosip.
" Kenapa sih kamu mondar-mandir mulu? Nggak ditelpon ama Bruna ya." Bartra tertawa jahil.
Neymar tersontak, dia ingat seharian ini dia tak sekalipun menelpon dan melakukan kontak dengan Bruna. Astaga apa yang dia lakukan? Zi semua ini karena Zi. Elah, Zi lagi yang salah.
" Hey siapa kamu kau tak boleh masuk kesini." seseorang petugas mencegat Zi ketika ia berlari tanpa haluan menuju loker room.
" Aku teman Neymar, dan aku punya…" kata-kata Zi terputus. " sialan aku meninggalkannya di Botiga." Zi merutuki kecerobohannya.
" Kau tidak bisa masuk."
" Tapi aku sudah ada janji percayalah aku teman Neymar."
Keributan yang terjadi tepat didepan loker room itu membuat Neymar mendengar dengan jelas suara Zi. Seketika Neymar keluar, melupakan hal tentang Bruna yang sempat ia pikirkan tadi. Zi lebih penting saat ini.
" Zi."
" Neymar."
Petugas itu langsung bersikap ramah terhadap Zi, sedangkan Zi memasang muka gahar seperti ingin menjitak kepala botak sang petugas.
" Ayo Zi ikut aku."
" Kemana?" kesadaan Zi kayaknya belum pulih habis debat ama petugas tadi :D.
" Ke loker room lah Zi."
" Ada Xavi Hernandez tidak?" tentulah pasti ini yang akan pertama kali Zi tanyakan.
" Tentu, kau mau minta tandatangan? Foto bareng?"
" Semuanya kalau perlu Xavi nya ku bawa pulang."
" Nggak bisa dong Zi, ntar jendral lapangan tengah Barca siapa?"
" Ya kalau pas pertandingan ama latihan aku balikin."
" Kalau istrinya nyariin?"
" Bagi dua."
" Ziii."
" Neymaaarr."
Sepertinya mereka berdua nggak peduli kalau mereka lagi ada didalam loker room anak-anak Barca.
" Cewek baru ya?" Tello usil + kepo + mupeng :3.
" Cantik juga." Bartra menimpali.
" Hey boleh minta foto bareng?" Zi mengabaikan gurauan-gurauan mereka.
" Boleh cantik." Jawab Barta ama Tello serempak. Eleh tepe-tepe mereka.
" Katanya tadi janji mau nemuin aku sama Xavi Hernandez." Zi menagih janjinya Neymar tadi.
" Ayo." refleks Neymar meraih bahu Zi dan menggandengnya.
" Nggak gini juga kali." Zi protes. Neymar jadi gugup, sepertinya Zi mulai membuatnya gila dalam artian tergila-gila bukan gila beneran.
" Aaaa Xavi Hernandez." belum sempat Neymar membuka mulutnya, teriakan Zi sudah menggema.
" Boleh minta tanda tangan, foto bareng, pelukan. Aaa minta semuanya."
" Tentu :)." Ihh ini Xavi Hernandes baik banget.
Zi nggak cuman minta 1 atau 2 foto dan tanda tangan tapi berkali kali. Termasuk foto mereka pelukan :D. authornya ngebayangin sambil nyidam -_-
" Makasih ya, kamu pemain yang baik banget."
" Kamu juga fans yang baik. Eh btw kamu siapa nya Neymar?" Xavi menatap curiga.
" Hanya teman kampus."
Kata-kata Zi boleh terdengar biasa ditelinga orang lain. Tapi di telinga Neymar itu seperti geledek yang menghantamnya, " Hanya Teman Kampus" bisa jadi hanyalah kata sederhana tapi meruntuhkan semua harapan. Memang benar Zi tak pernah menaruh harap padanya.
" Ney aku ke bangku penonton duluan ya. Semangat buat laga nanti malam. Bikin gol ya buat aku." Zi mengedipkan mata. Ihir panggilan Neymar kek orang India “Ney”
" Ini debut Zi. Tapi kalau gol itu untukmu pasti ku beri."
Zi mendekap erat Neymar, Neymar tak bisa apa-apa selain membeku ditempat. Ia bahkan takut kalau debaran jantungnya yang tak karuan terdengar oleh Zi.
Dengan senyum mengembang Zi keluar loker room menuju bangku-bangku penonton di stadion.
" Hey kamu." seseorang berteriak. Zi pun menoleh, kalau-kalau dia yang dipanggil. Zi tengak-tengok kesana kemari, memang benar tak ada orang lain selain dia dan orang yang berteriak tadi.
" Iya kamu."
" Aku?” Zi menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa?"
" Apa benda ini milikmu." laki-laki itu mengacungkan sebuah gantungan hape berbentuk boneka dengan baju Barca mini.
" Oh, terimakasih."
" Sama-sama." cowok itu langsung berbalik.
" Tunggu, siapa namamu?"
" Alvaro, Alvaro Morata."
" Kau pemain Real Madrid?" Zi sedikit ragu. Bahkan Zi nggak tau Morata, emejing.
" Iya dan kamu?"
" Zi dan aku bukan siapa-siapa."
" Lalu kenapa kamu bisa masuk kesini. Bukankah penjagaan untuk El-Classico sangat ketat?"
" Ah itu…" Zi ragu untuk mengatakan nya. " Aku punya kenalan tapi aku tak bisa mengatakannya." Zi ngacir begitu saja. Zi jadi bingung kenapa ia jadi sangat kacau dihadapan Morata?
****
" Mata gadis itu, matanya." itulah kata yang sedari tadi di ucapkan Morata dalam hati. Mata sipit Zi sangat tak biasa. Mata itu mirip dengan mata Sung Hye; gadis Korea yang sempat ia kagumi di kampus.
" Hey dari mana saja kamu? Kick off sebentar lagi." Karim Benzema memergoki Morata sedang menunduk ketika memasuk loker room.
" Aku hanya jalan-jalan." jawab Morata datar. Tak mungkin ia bilang kalau ia hendak mendatangi loker room Barca untuk menemui Tello dan Bartra. Bisa digorok anak-anak el-Real yang lain ntar.
" Ada masalah?" Benzema peka banget.
" Enggak kok."
" Jujur aja deh pasti ada."
Morata hanya mengangguk kecil tanda mengiyakan.
" Udahlah nggak usah dipikirin. Ntar malah ganggu performa kamu." Benzema menepuk-nepuk ringan Bahu Morata sebagai tanda semangat.
Mata sipit gadis tadi memang sedikit demi sedikit mengingatkan kenangannya dengan Sung Hye. Siapapun gadis itu ia ingin menemuinya sekali lagi, dan mengatakan bahwa dia memiliki mata yang indah. Dan juga wajah yang cantik.
****
Ketika Zi sampai dibangku penonton ternyata disana sudah sangat ramai tapi tak penuh sesak karena Zi dapat tempat di bangku VIP. Sebenarnya ini bukan mau Zi, tapi lagi-lagi Neymar yang memaksanya. Zi sebenarnya lebih suka duduk dibangku tribun, kenapa Zi suka? karena disana dia bisa lebih akrab dengan fans yang lain, dan menambah teman tentunya. Tak seperti di bangku VIP, isinya tak terlalu banyak :p. Ini semua Neymar lakukan karena jika ia mencetak gol saat debutnya di El-Classico ia akan dengan mudah menjumpai wajah Zi.
Kedua kesebelasan mulai memasuki lapangan, hawa merinding yang selalu Zi rasakan ketikan menonton El-Classico semakin terasa.
" Ayoo Cesc, aku padamu." suara seorang cewek memekakan telinga Zi. Saat Zi menoleh kearah sumber suara. Betapa kagetnya dia, cewek yang tadi meneriakkan nama Cesc adalah anak mantan pelatih Real Madrid; Jose Mourinho. Dan parahnya lagi tuh cewek pakai baju Madrid. Ciri-ciri El-Love-Classico kayak gini kali yah.
Memang pernah ada selentingan yang menyatakan bahwa Kylie menjalin kedekatan dengan Cesc tapi berita itu berlalu begitu saja. Kini terbukti sudah kebenaran berita itu, tapi kenapa Kylie nggak ikut bokapnya ke Chelsea dan milih nyangsang di Madrid?
Zi menatap aneh Kylie. " Kenapa heran ya?" Kylie menyibakan kipas tangannya, iyalah kipas angin mana bisa.
" Nggak." Zi kembali fokus dengan jalannya laga.
" Yey Gol. Neymar kau tepati janjimu." Zi begitu bahagia. Nggak hanya Neymar yang selebrasi di lapangan, di bangku penonton Zi juga berselebrasi dengan mencium gantungan hape yang ia beli tadi. Itu gantungan hape yang ditemuin Morata tadi.
" Ah sialan. Ayo Cesc getak gol juga dong, kegawang Valdes tapi." Kylie mengumpat dengan lemas. Cesc bobol gawang Valdes? Pffftt
Neymar yang sedang selebrasi memang tak sulit menemukan Zi diantara hampir seratus ribu orang. Matanya menerawang ke udara sembari membayangkan senyuman terindah milik Zi beserta masa sipit khas Chinanya.
Zi : Iya Bayangin terus senyumanku Neymar #dilemparsendal.
*bact to Story*
" Hay siapa namamu?" Kylie tiba-tiba sudah ada disebelah Zi.
" Hwang Zia. Kamu Kylie Mourinho kan?"
" Eh kok kamu tau." Kylie langsung ke PeDean." Namamu China, matamu sipit. Kau orang China?"
Zi mengangguk dan dia rasa itu cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Kylie.
" Hey aku tadi melihatmu ada diloker room bersama Neymar. Kalian pacaran ya?"
Mata Zi terbelalak. "Damn!."
" Tidak kami hanya berteman."
" Enelan?" Kylie ngikik. Wahaha di Barca ada Enelan? Ciyus miapahnya mana.
Diakhir pertandingan akhirnya Zi lah yang tersenyum karena tim kebanggaannya memenangkan laga. Sedangkan Kylie harus cembetut dan bisa dipastikan besok kayaknya dia nggak ngampus :p.
( kenapa nih pertandingannya main skip aja? Karena authornya nggak nonton. Kenapa nggak nonton? Karena jantung saya lagi kambuh :( #poorZi.)
****
" Zi tunggu."
" Eh Morata kenapa?"
" Boleh aku minta nomor hapemu?"
" Untuk apa?"
" Mungkin aja ya kalau kita bisa ketemu lagi."
" Baiklah.
Zi menyebutkan beberapa angka yang diketik Morata. Neymar yang tak sengaja melihat kedekatan antara Zi dan Morata langsung meninjukan tangannya ke pintu loker room, setelah itu ia megangin tangannya karena kesakitan -_-.
" Bye Zi."
" Bye." Zi melamun.
Suara ribut-ribut sepasang kekasih terdengar saat Zi mulai sadar dari lamunannya.
" Kenapa kamu nggak ngegolin ke gawang Valdes." Kylie lagi berantem ama Cesc.
" Mana bisa beb, kau mau aku dipecat?"
" Iya. Dan kamu pindah club." Kylie berlalu pergi tanpa menghiraukan Cesc lagi.
" Hay Zi." dan Kylie bisa langsung tersenyum pada Zi setelah marah-marah sama Cesc. HEBAT.
" Kenapa dia?" Zi menanyai Cesc.
" Aku nggak bikin gol."
" Ke gawang Valdes kan yang di tagih?"
" Iya." Cesc masuk ke loker room sambil cembetut.
Baru beberapa langkah Zi berjalan seseorang meraih bahunya. Ternyata Neymar.
" Selamat ya kau tepati janjimu."
Tanpa menjawab ucapan Zi, Neymar langsung mendekap Zi. Mendekap sahabatnya itu dengan Sangat erat. Davi Luca hanya memandanginya, bocah kecil itu memang jarang sekali digendong.
" Gol itu untukmu Zi, untuk sahabat terbaikku."
" Terima kasih Ney." Zi menitikan airmatanya. Merasakan tetesan Airmata Zi dibahunya Neymar pun ikut menitikan airmata walau hanya beberapa tetes.
Tapi sebenernya Neymari nangis bukan karena si Zi nangis sih, melainkan karena kakinya keinjek Zi :|. Sedangkan Zi nangis karena meratapi nasip kaki nya yang udah nyut-nyutan gegara pake stiletto (apalah itu sandal yang runcing(?) unjungnya).
" Papa ayo pulang."Davi menggoyang-goyangkan kaki Neymar.
" Kau mau kuantar pulang Zi."
" Terserah kau saja."
Malam El-Classico itu ditutup dengan senyum. Neymar sedikit melupakan kedekatan Zi dengan Morata tadi, lagian kan besok masih bisa ditanyakan pada Zi kenapa Morata begitu dekat dengannya.
****
Zi belum juga bisa memejamkan matanya ketika sampai dirumahnya. Hp nya berdering tanda sms masuk, sebuah nomor tak dikenali

Hay Zi ini aku Morata :)

Zi langsung men-save nomor itu lalu membalasnya.

To : Morata
Apa kau sudah sampai ke hotel?

From : Morata
Belum, kau sendiri?

To : Morata
Aku sudah sampai rumah :)

From : Morata
Kau sudah makan malam?

"Astaga." Zi panik, dia baru ingat. Dia belum makan malam dan meminum obat penguat jantungnya.
Sesegera mungkin ia menuju dapur. Untung saja sore tadi ia sempat menanak nasi di rice-cooker yang belum tersentuh. Dengan skill memasak yang sudah terasah Zi meracik bumbu untuk makanan tersimple, nasi goreng -_-.
Hp nya beberapa kali berdering tapi ia abaikan, hal ini lebih penting dari apapun sekarang. Bahkan termasuk berita keuangan dari orang tuanya.
Seusai makan dan minum obat Zi langsung menuju kamar mandi. Zi memang tak akan mandi karena ia pasti akan kembung jika mandi malam-malam. Dan kalau Zi kembung itu akibatnya fatal. Zi hobby amat sakit.
Limabelas pesan masuk yang belum terbaca. 14belas dari Neymar dan 1dari Morata.

From : Neymar
Zi kau sudah makan malam? Obatnya jangan lupa diminum ya :). Sleep well good night, have a nice dream {}

Dan 13sisanya sama.

From : Morata
Zi kau sudah tidur? Have a nice dream :*

Zi jadi bingung sendiri yang satu emote nya {} yang satu malah lebih parah :*. Tanpa berfikir panjang dengan ulah kedua laki-laki yang sebenarnya menaruh hati padanya tanpa ia sadari, Zi terlelap dengan mimpinya.
****
Besoknya di kampus Zi dengan PeDenya menggunakan barang-barang serba Barca. Mulai dari baju, tas, gantungan kunci, jam, gelang, skin laptop + Hp, sampai-sampai ia juga mengenakan pin sama jepit rambut Barca *emang ada?*.
" Wih Zi niat banget deh."
" Iya dong."
Zi berjalan menyusuri lorong kampus dengan senyum yang mengembang dan ia harap Neymar juga akan tersenyum sepertinya.
" Hey kenapa kamu cemberut?" Zi menatap Neymar yang sepertinya tak ada euforia sama sekali setelah semalam bisa mengalahkan Real Madrid + cetak 1gol.
" Eh Zi kamu kapan datang?"
Kini giliran Zi yang cemberut.
" Zi kenapa kamu cemberut. Aku salah ya?"
" Enggak kok." still cembetut.
" Ya udah maaf tadi aku nggak tau kamu datang."
" Bukannya gitu, pertanyaanku belum kamu jawab eh kamunya udah nanya balik." elah Zi Zi.
" Masalah Davi." kelah Neymar, dengan berbohong tentunya.
" Yakin bukan masalah Bruna."
" Aku seperti ini karena memikirkan mu Zi." batin Neymar.
" Bukan Zi tenang saja aku baik-baik saja dengannya. Eh boleh tau semalam kau ada apa dengan Morata?"
Kerongkongan Zi tercekat, bagaimana Neymar bisa tau tentang itu?
" Hah aku? Tidak dia hanya meminta nomor hape ku saja."
" Untuk apa?"
" Untuk…" jawaban Zi menggantung. Dia baru ingat kalau semalam ia membeli sepasang gantungan hape lucu yang rencanya akn ia berikan untuk Neymar.
" Nah! Untuk ini." Zi memberikan sebuah gantungan hape kepada Neymar.
" Apa ini?"
" Lihat." Zi mengangkat hape putih miliknya.
" Couple?"
" Iya." Zi mengangguk sambil tersenyum.
" Makasih Zi. Eh tapi apa hubungannya gantungan ini dengan Morata?"
" Gantungan ini kemaren kan jatuh terus ditemuin sama Morata. Nggak taunya pas habis pertandingan dia minta nomor hape ku." Zi memasang wajah bingung.
" Ney titip dulu ya ini, aku kebelet nih."
" Ok."
Tak lama setelah Zi pergi hape nya berdering.

From : Morata
Zi malam ini kau ada acara? Aku masih di Barca kau mau makan malam bareng aku?

Benar dugaan Neymar sebelumnya, Morata juga tertarik dengan Zi. Bagaimana dengan Zi? Apa dia tertarik dengan Morata juga?
" Ney, Ney." Zi menggerak-gerakan tangannya di hadapan Neymar yang sedang melamun.
" Eh Zi, ini tadi ada sms dari Morata."
Zi meraih hapenya. Matanya langsung terbelalak dengan muka yang pucat pasi.
" Bagaimana ini?"
" Terserah mu." Neymar mendengus pasrah.
" Aku mau pergi kalau kau ikut." Zi menatap dalam mata Neymar.
" Kau gila Zi? Dia hanya memintamu bukan aku. Dan sepertinya itu undangan khusus."
" Aku nggak peduli. Pokoknya aku sama kamu, titik." Zi berlalu, meninggalkan Neymar yang masih mlongo.
" Zi tunggu."
Zi tak bergeming, ia tetap melangkah dengan kesalnya. Kesal karena Neymar tak mau menemaninya makan malam bersama Morata. :|
" Zi aku mau menemanimu." Neymar berteriak.
Sontak Zi berbalik. " Kau serius?"
" Aku serius."
" Janji." Zi mengangkat jari kelingking nya.
" Janji." Neymar juga ikut menaikkan jari kelingking nya.
***

Apakah Zi akan kencan sambil bawa temen cowok? Kita tunggu aja nih kelanjutannya "Ketika Cintaku Salah Assist"
-Bersambung tapi nunggu respon :)-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar