SpongeBob SquarePants

Rabu, 30 Oktober 2013

El"Love"Classico - "Ketika Cintaku Salah Assist" Part 1


Tittle : El"Love"Classico-"Ketika Cintaku Salah Assist"
Rating : T aja deh :D
Genre : Romance seperlunya komedi
Cast :
Hwang Zia Carter (@fauziahfitri_)
Kylie Mourinho (@kusuma_wij)
Neymar
Alvaro Morata
Cesc Fabregas
Other….

EYD nya acak-adul ini, maap. Nih FF sebenernya mau dibikin ber-series tapi liat respon aja dulu, banyak nggak yang mau ini FF dibikin ber-series. Kalau banyak ya dibikin berseries, kalau nggak ya enggak -_- <<---- tanda pasrah.
****
Membincangkan laga antara Barcelona vs Real Madrid emang nggak ada abisnya. Apalagi ketika menjelang laga paling panas di ranah Spanyol ini. Zi nggak kalah heboh dari yang lainnya dong. Akhir-akhir ini memang laga ini sedang banyak diperbincangkan, mulai dari dunia nyata, dunia maya sampai dunia lain.
" Eh pegang berapa Zi?"
" Nggak tau, jangan seratus ya, nggak kuat gue. Taukan kalau abis push up gimana aku."
" Paling-paling mimisan Zi."
Eits ini taruhan nya push up ya, inilah kelakuan temen-temen kelasku pas ada big match. Ya kalau klub jagoannya kalah kan ada imbalannya, sixpact :3.
" Heleh itu kalau aku kepanasan kali." Zi njitak kepala Neymar. Sekalipun Neymar ini adalah seorang pesepakbola handal tapi kalau udah sama Zi dia bakalan nggak peduli sama statusnya sebagai pemain bola.
" Dukung aku ya Zi. Dukung Barca sih tepatnya hehe."
" Nyata sudah. Sekalipun Barca nggak ada kamu pun aku bakalan dukung Barca kali." Zi ngikik.
" Emang kenapa kalau ada aku?"
" Kamu kan sahabat terbaikku."
" Makasih Zi. Boleh minta peluk?"
" Silahkan."
Dan mereka pun berpelukan di kantin kampus -_-.
****
" Zi pakai ini ya." Neymar mengalungkan sebuah ID Card.
" Buat apa ini?"
" Kalau pakai ini kamu bebas masuk Camp Nou, termasuk ke loker room."
" Serius?" mata Zi langsung berbinar.
" Iya."
" Makasih ya."
Neymar hanya mengangguk, semua ini Neymar lakukan karena ia tertarik pada Zi, lebih pada ia tertarik terhadap Bruna. Lagi pula Zi juga baik terhadap Davi, dan sepertinya Davi juga sangat nyaman dengan Zi. Tapi masalahnya apakah Zi juga tertarik padanya? Zi memang baik padanya dan pada semua orang. Cara dia tersenyum, berbicara, sampai tatapannya pun sama kepada setiap orang. Tak ada satupun tanda Zi tertarik padanya. Zi hanya nyaman ketika bersamanya, tak lebih.
" Kamu nanti ada diloker room ya pas aku datang."
" Emmm…. Baiklah."
" Asyik."
Zi berlari seperti anak kecil, Zi berlari menuju Botiga. Ada sesuatu yang harus ia cari dan dibeli disana.
" Zi."
" Apa?" Zi berbalik.
" Janji ke loker room ya."
Zi hanya mengangguk.
>>>> 
15menit sebelum laga, Zi tak kunjung juga ke loker room, Neymar mulai gelisah.
" Zi kemana kamu? Kenapa nggak datang?" Neymar mondar-mandir kesana kemari kayak setrikaan rusak. Kelakuan Neymar ini mendapat tatapan aneh dari beberapa pemain Barca lainnya, terutama duo sobat Bartra-Tello yang doyang ngegosip.
" Kenapa sih kamu mondar-mandir mulu? Nggak ditelpon ama Bruna ya." Bartra tertawa jahil.
Neymar tersontak, dia ingat seharian ini dia tak sekalipun menelpon dan melakukan kontak dengan Bruna. Astaga apa yang dia lakukan? Zi semua ini karena Zi. Elah, Zi lagi yang salah.
" Hey siapa kamu kau tak boleh masuk kesini." seseorang petugas mencegat Zi ketika ia berlari tanpa haluan menuju loker room.
" Aku teman Neymar, dan aku punya…" kata-kata Zi terputus. " sialan aku meninggalkannya di Botiga." Zi merutuki kecerobohannya.
" Kau tidak bisa masuk."
" Tapi aku sudah ada janji percayalah aku teman Neymar."
Keributan yang terjadi tepat didepan loker room itu membuat Neymar mendengar dengan jelas suara Zi. Seketika Neymar keluar, melupakan hal tentang Bruna yang sempat ia pikirkan tadi. Zi lebih penting saat ini.
" Zi."
" Neymar."
Petugas itu langsung bersikap ramah terhadap Zi, sedangkan Zi memasang muka gahar seperti ingin menjitak kepala botak sang petugas.
" Ayo Zi ikut aku."
" Kemana?" kesadaan Zi kayaknya belum pulih habis debat ama petugas tadi :D.
" Ke loker room lah Zi."
" Ada Xavi Hernandez tidak?" tentulah pasti ini yang akan pertama kali Zi tanyakan.
" Tentu, kau mau minta tandatangan? Foto bareng?"
" Semuanya kalau perlu Xavi nya ku bawa pulang."
" Nggak bisa dong Zi, ntar jendral lapangan tengah Barca siapa?"
" Ya kalau pas pertandingan ama latihan aku balikin."
" Kalau istrinya nyariin?"
" Bagi dua."
" Ziii."
" Neymaaarr."
Sepertinya mereka berdua nggak peduli kalau mereka lagi ada didalam loker room anak-anak Barca.
" Cewek baru ya?" Tello usil + kepo + mupeng :3.
" Cantik juga." Bartra menimpali.
" Hey boleh minta foto bareng?" Zi mengabaikan gurauan-gurauan mereka.
" Boleh cantik." Jawab Barta ama Tello serempak. Eleh tepe-tepe mereka.
" Katanya tadi janji mau nemuin aku sama Xavi Hernandez." Zi menagih janjinya Neymar tadi.
" Ayo." refleks Neymar meraih bahu Zi dan menggandengnya.
" Nggak gini juga kali." Zi protes. Neymar jadi gugup, sepertinya Zi mulai membuatnya gila dalam artian tergila-gila bukan gila beneran.
" Aaaa Xavi Hernandez." belum sempat Neymar membuka mulutnya, teriakan Zi sudah menggema.
" Boleh minta tanda tangan, foto bareng, pelukan. Aaa minta semuanya."
" Tentu :)." Ihh ini Xavi Hernandes baik banget.
Zi nggak cuman minta 1 atau 2 foto dan tanda tangan tapi berkali kali. Termasuk foto mereka pelukan :D. authornya ngebayangin sambil nyidam -_-
" Makasih ya, kamu pemain yang baik banget."
" Kamu juga fans yang baik. Eh btw kamu siapa nya Neymar?" Xavi menatap curiga.
" Hanya teman kampus."
Kata-kata Zi boleh terdengar biasa ditelinga orang lain. Tapi di telinga Neymar itu seperti geledek yang menghantamnya, " Hanya Teman Kampus" bisa jadi hanyalah kata sederhana tapi meruntuhkan semua harapan. Memang benar Zi tak pernah menaruh harap padanya.
" Ney aku ke bangku penonton duluan ya. Semangat buat laga nanti malam. Bikin gol ya buat aku." Zi mengedipkan mata. Ihir panggilan Neymar kek orang India “Ney”
" Ini debut Zi. Tapi kalau gol itu untukmu pasti ku beri."
Zi mendekap erat Neymar, Neymar tak bisa apa-apa selain membeku ditempat. Ia bahkan takut kalau debaran jantungnya yang tak karuan terdengar oleh Zi.
Dengan senyum mengembang Zi keluar loker room menuju bangku-bangku penonton di stadion.
" Hey kamu." seseorang berteriak. Zi pun menoleh, kalau-kalau dia yang dipanggil. Zi tengak-tengok kesana kemari, memang benar tak ada orang lain selain dia dan orang yang berteriak tadi.
" Iya kamu."
" Aku?” Zi menunjuk dirinya sendiri. “Kenapa?"
" Apa benda ini milikmu." laki-laki itu mengacungkan sebuah gantungan hape berbentuk boneka dengan baju Barca mini.
" Oh, terimakasih."
" Sama-sama." cowok itu langsung berbalik.
" Tunggu, siapa namamu?"
" Alvaro, Alvaro Morata."
" Kau pemain Real Madrid?" Zi sedikit ragu. Bahkan Zi nggak tau Morata, emejing.
" Iya dan kamu?"
" Zi dan aku bukan siapa-siapa."
" Lalu kenapa kamu bisa masuk kesini. Bukankah penjagaan untuk El-Classico sangat ketat?"
" Ah itu…" Zi ragu untuk mengatakan nya. " Aku punya kenalan tapi aku tak bisa mengatakannya." Zi ngacir begitu saja. Zi jadi bingung kenapa ia jadi sangat kacau dihadapan Morata?
****
" Mata gadis itu, matanya." itulah kata yang sedari tadi di ucapkan Morata dalam hati. Mata sipit Zi sangat tak biasa. Mata itu mirip dengan mata Sung Hye; gadis Korea yang sempat ia kagumi di kampus.
" Hey dari mana saja kamu? Kick off sebentar lagi." Karim Benzema memergoki Morata sedang menunduk ketika memasuk loker room.
" Aku hanya jalan-jalan." jawab Morata datar. Tak mungkin ia bilang kalau ia hendak mendatangi loker room Barca untuk menemui Tello dan Bartra. Bisa digorok anak-anak el-Real yang lain ntar.
" Ada masalah?" Benzema peka banget.
" Enggak kok."
" Jujur aja deh pasti ada."
Morata hanya mengangguk kecil tanda mengiyakan.
" Udahlah nggak usah dipikirin. Ntar malah ganggu performa kamu." Benzema menepuk-nepuk ringan Bahu Morata sebagai tanda semangat.
Mata sipit gadis tadi memang sedikit demi sedikit mengingatkan kenangannya dengan Sung Hye. Siapapun gadis itu ia ingin menemuinya sekali lagi, dan mengatakan bahwa dia memiliki mata yang indah. Dan juga wajah yang cantik.
****
Ketika Zi sampai dibangku penonton ternyata disana sudah sangat ramai tapi tak penuh sesak karena Zi dapat tempat di bangku VIP. Sebenarnya ini bukan mau Zi, tapi lagi-lagi Neymar yang memaksanya. Zi sebenarnya lebih suka duduk dibangku tribun, kenapa Zi suka? karena disana dia bisa lebih akrab dengan fans yang lain, dan menambah teman tentunya. Tak seperti di bangku VIP, isinya tak terlalu banyak :p. Ini semua Neymar lakukan karena jika ia mencetak gol saat debutnya di El-Classico ia akan dengan mudah menjumpai wajah Zi.
Kedua kesebelasan mulai memasuki lapangan, hawa merinding yang selalu Zi rasakan ketikan menonton El-Classico semakin terasa.
" Ayoo Cesc, aku padamu." suara seorang cewek memekakan telinga Zi. Saat Zi menoleh kearah sumber suara. Betapa kagetnya dia, cewek yang tadi meneriakkan nama Cesc adalah anak mantan pelatih Real Madrid; Jose Mourinho. Dan parahnya lagi tuh cewek pakai baju Madrid. Ciri-ciri El-Love-Classico kayak gini kali yah.
Memang pernah ada selentingan yang menyatakan bahwa Kylie menjalin kedekatan dengan Cesc tapi berita itu berlalu begitu saja. Kini terbukti sudah kebenaran berita itu, tapi kenapa Kylie nggak ikut bokapnya ke Chelsea dan milih nyangsang di Madrid?
Zi menatap aneh Kylie. " Kenapa heran ya?" Kylie menyibakan kipas tangannya, iyalah kipas angin mana bisa.
" Nggak." Zi kembali fokus dengan jalannya laga.
" Yey Gol. Neymar kau tepati janjimu." Zi begitu bahagia. Nggak hanya Neymar yang selebrasi di lapangan, di bangku penonton Zi juga berselebrasi dengan mencium gantungan hape yang ia beli tadi. Itu gantungan hape yang ditemuin Morata tadi.
" Ah sialan. Ayo Cesc getak gol juga dong, kegawang Valdes tapi." Kylie mengumpat dengan lemas. Cesc bobol gawang Valdes? Pffftt
Neymar yang sedang selebrasi memang tak sulit menemukan Zi diantara hampir seratus ribu orang. Matanya menerawang ke udara sembari membayangkan senyuman terindah milik Zi beserta masa sipit khas Chinanya.
Zi : Iya Bayangin terus senyumanku Neymar #dilemparsendal.
*bact to Story*
" Hay siapa namamu?" Kylie tiba-tiba sudah ada disebelah Zi.
" Hwang Zia. Kamu Kylie Mourinho kan?"
" Eh kok kamu tau." Kylie langsung ke PeDean." Namamu China, matamu sipit. Kau orang China?"
Zi mengangguk dan dia rasa itu cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Kylie.
" Hey aku tadi melihatmu ada diloker room bersama Neymar. Kalian pacaran ya?"
Mata Zi terbelalak. "Damn!."
" Tidak kami hanya berteman."
" Enelan?" Kylie ngikik. Wahaha di Barca ada Enelan? Ciyus miapahnya mana.
Diakhir pertandingan akhirnya Zi lah yang tersenyum karena tim kebanggaannya memenangkan laga. Sedangkan Kylie harus cembetut dan bisa dipastikan besok kayaknya dia nggak ngampus :p.
( kenapa nih pertandingannya main skip aja? Karena authornya nggak nonton. Kenapa nggak nonton? Karena jantung saya lagi kambuh :( #poorZi.)
****
" Zi tunggu."
" Eh Morata kenapa?"
" Boleh aku minta nomor hapemu?"
" Untuk apa?"
" Mungkin aja ya kalau kita bisa ketemu lagi."
" Baiklah.
Zi menyebutkan beberapa angka yang diketik Morata. Neymar yang tak sengaja melihat kedekatan antara Zi dan Morata langsung meninjukan tangannya ke pintu loker room, setelah itu ia megangin tangannya karena kesakitan -_-.
" Bye Zi."
" Bye." Zi melamun.
Suara ribut-ribut sepasang kekasih terdengar saat Zi mulai sadar dari lamunannya.
" Kenapa kamu nggak ngegolin ke gawang Valdes." Kylie lagi berantem ama Cesc.
" Mana bisa beb, kau mau aku dipecat?"
" Iya. Dan kamu pindah club." Kylie berlalu pergi tanpa menghiraukan Cesc lagi.
" Hay Zi." dan Kylie bisa langsung tersenyum pada Zi setelah marah-marah sama Cesc. HEBAT.
" Kenapa dia?" Zi menanyai Cesc.
" Aku nggak bikin gol."
" Ke gawang Valdes kan yang di tagih?"
" Iya." Cesc masuk ke loker room sambil cembetut.
Baru beberapa langkah Zi berjalan seseorang meraih bahunya. Ternyata Neymar.
" Selamat ya kau tepati janjimu."
Tanpa menjawab ucapan Zi, Neymar langsung mendekap Zi. Mendekap sahabatnya itu dengan Sangat erat. Davi Luca hanya memandanginya, bocah kecil itu memang jarang sekali digendong.
" Gol itu untukmu Zi, untuk sahabat terbaikku."
" Terima kasih Ney." Zi menitikan airmatanya. Merasakan tetesan Airmata Zi dibahunya Neymar pun ikut menitikan airmata walau hanya beberapa tetes.
Tapi sebenernya Neymari nangis bukan karena si Zi nangis sih, melainkan karena kakinya keinjek Zi :|. Sedangkan Zi nangis karena meratapi nasip kaki nya yang udah nyut-nyutan gegara pake stiletto (apalah itu sandal yang runcing(?) unjungnya).
" Papa ayo pulang."Davi menggoyang-goyangkan kaki Neymar.
" Kau mau kuantar pulang Zi."
" Terserah kau saja."
Malam El-Classico itu ditutup dengan senyum. Neymar sedikit melupakan kedekatan Zi dengan Morata tadi, lagian kan besok masih bisa ditanyakan pada Zi kenapa Morata begitu dekat dengannya.
****
Zi belum juga bisa memejamkan matanya ketika sampai dirumahnya. Hp nya berdering tanda sms masuk, sebuah nomor tak dikenali

Hay Zi ini aku Morata :)

Zi langsung men-save nomor itu lalu membalasnya.

To : Morata
Apa kau sudah sampai ke hotel?

From : Morata
Belum, kau sendiri?

To : Morata
Aku sudah sampai rumah :)

From : Morata
Kau sudah makan malam?

"Astaga." Zi panik, dia baru ingat. Dia belum makan malam dan meminum obat penguat jantungnya.
Sesegera mungkin ia menuju dapur. Untung saja sore tadi ia sempat menanak nasi di rice-cooker yang belum tersentuh. Dengan skill memasak yang sudah terasah Zi meracik bumbu untuk makanan tersimple, nasi goreng -_-.
Hp nya beberapa kali berdering tapi ia abaikan, hal ini lebih penting dari apapun sekarang. Bahkan termasuk berita keuangan dari orang tuanya.
Seusai makan dan minum obat Zi langsung menuju kamar mandi. Zi memang tak akan mandi karena ia pasti akan kembung jika mandi malam-malam. Dan kalau Zi kembung itu akibatnya fatal. Zi hobby amat sakit.
Limabelas pesan masuk yang belum terbaca. 14belas dari Neymar dan 1dari Morata.

From : Neymar
Zi kau sudah makan malam? Obatnya jangan lupa diminum ya :). Sleep well good night, have a nice dream {}

Dan 13sisanya sama.

From : Morata
Zi kau sudah tidur? Have a nice dream :*

Zi jadi bingung sendiri yang satu emote nya {} yang satu malah lebih parah :*. Tanpa berfikir panjang dengan ulah kedua laki-laki yang sebenarnya menaruh hati padanya tanpa ia sadari, Zi terlelap dengan mimpinya.
****
Besoknya di kampus Zi dengan PeDenya menggunakan barang-barang serba Barca. Mulai dari baju, tas, gantungan kunci, jam, gelang, skin laptop + Hp, sampai-sampai ia juga mengenakan pin sama jepit rambut Barca *emang ada?*.
" Wih Zi niat banget deh."
" Iya dong."
Zi berjalan menyusuri lorong kampus dengan senyum yang mengembang dan ia harap Neymar juga akan tersenyum sepertinya.
" Hey kenapa kamu cemberut?" Zi menatap Neymar yang sepertinya tak ada euforia sama sekali setelah semalam bisa mengalahkan Real Madrid + cetak 1gol.
" Eh Zi kamu kapan datang?"
Kini giliran Zi yang cemberut.
" Zi kenapa kamu cemberut. Aku salah ya?"
" Enggak kok." still cembetut.
" Ya udah maaf tadi aku nggak tau kamu datang."
" Bukannya gitu, pertanyaanku belum kamu jawab eh kamunya udah nanya balik." elah Zi Zi.
" Masalah Davi." kelah Neymar, dengan berbohong tentunya.
" Yakin bukan masalah Bruna."
" Aku seperti ini karena memikirkan mu Zi." batin Neymar.
" Bukan Zi tenang saja aku baik-baik saja dengannya. Eh boleh tau semalam kau ada apa dengan Morata?"
Kerongkongan Zi tercekat, bagaimana Neymar bisa tau tentang itu?
" Hah aku? Tidak dia hanya meminta nomor hape ku saja."
" Untuk apa?"
" Untuk…" jawaban Zi menggantung. Dia baru ingat kalau semalam ia membeli sepasang gantungan hape lucu yang rencanya akn ia berikan untuk Neymar.
" Nah! Untuk ini." Zi memberikan sebuah gantungan hape kepada Neymar.
" Apa ini?"
" Lihat." Zi mengangkat hape putih miliknya.
" Couple?"
" Iya." Zi mengangguk sambil tersenyum.
" Makasih Zi. Eh tapi apa hubungannya gantungan ini dengan Morata?"
" Gantungan ini kemaren kan jatuh terus ditemuin sama Morata. Nggak taunya pas habis pertandingan dia minta nomor hape ku." Zi memasang wajah bingung.
" Ney titip dulu ya ini, aku kebelet nih."
" Ok."
Tak lama setelah Zi pergi hape nya berdering.

From : Morata
Zi malam ini kau ada acara? Aku masih di Barca kau mau makan malam bareng aku?

Benar dugaan Neymar sebelumnya, Morata juga tertarik dengan Zi. Bagaimana dengan Zi? Apa dia tertarik dengan Morata juga?
" Ney, Ney." Zi menggerak-gerakan tangannya di hadapan Neymar yang sedang melamun.
" Eh Zi, ini tadi ada sms dari Morata."
Zi meraih hapenya. Matanya langsung terbelalak dengan muka yang pucat pasi.
" Bagaimana ini?"
" Terserah mu." Neymar mendengus pasrah.
" Aku mau pergi kalau kau ikut." Zi menatap dalam mata Neymar.
" Kau gila Zi? Dia hanya memintamu bukan aku. Dan sepertinya itu undangan khusus."
" Aku nggak peduli. Pokoknya aku sama kamu, titik." Zi berlalu, meninggalkan Neymar yang masih mlongo.
" Zi tunggu."
Zi tak bergeming, ia tetap melangkah dengan kesalnya. Kesal karena Neymar tak mau menemaninya makan malam bersama Morata. :|
" Zi aku mau menemanimu." Neymar berteriak.
Sontak Zi berbalik. " Kau serius?"
" Aku serius."
" Janji." Zi mengangkat jari kelingking nya.
" Janji." Neymar juga ikut menaikkan jari kelingking nya.
***

Apakah Zi akan kencan sambil bawa temen cowok? Kita tunggu aja nih kelanjutannya "Ketika Cintaku Salah Assist"
-Bersambung tapi nunggu respon :)-



Sabtu, 26 Oktober 2013

A Part Of My Life #1

Tittle : A Part Of My Life “Beginning”
Genre : Gado-gado is salad; Komedy Putar
Rating : Bimbingan pacar masing-masing jangan pacar tetangga ente gan :p
Cast :
Beberapa rider yang aku kenal dan beberapa pemain bola yang aku kenal, beserta WAGs mereka. Dan tentunya yang bikin nih FF, Zi.

Lupakan sebentar yang namanya EYD apalagi grammar karena nih ep ep emang acak adul tata bahasanya -_- maklumlah kan genre nya aja komedi, nggak mungkinlah pakai bahasa intelek, tp kalau ala piki bisa jadi :D. sorry kalau kebanyakan skip, authornya kebanyakan main UNO dan kartunya skip mulu -_- #apalahini
>>> 
“ Selamat Zi kau janda sekarang.” Bred menyelamati Zi dengan status barunya. Astaga nengnong ini temen jadi janda malah di slametin.
Scott udah gregetan sama tingkahnya Bred dan pengen ngejitak, tapi diurungkan. Soalnya Zi keburu melototin jadinya si Scott ciut nyali dah.
“ Udahlah Zi mungkin emang si Amazon itu nggak cocok buat kamu.” Bred mendadak jadi Mario Bros perpaduan sama Mario Gotze.
“ Heh Amazon? Siapa itu?” Zi sama Scott nyahutnya barengan.
“ Mantan suamimu.” Jawab Bred PD.
“ Piazon kaliiii.” Zi teriak sekencang-kencangnya, Scott langsung tutup kuping.
“ Siapa Zi, ngggak jelas.” Bred conge.
“Bruk” Scott ama Zi semaput berjamaah.
“ Eh ini kenapa pada semaput? Woey bangun coy.” Bred teriak-teriak di telinga mereka berdua, tapi nggak ada yang bangun juga.
“Byur.”
“ Banjir, tsunami, pak Jokowi tolong.” Zi mendadak latah, eh pak Jokowi?
“ Asem apa ini?” scott misuh-misuh gara-gara disiram aer teh ama Bred. Dapat dari mana coba ini?
Bred cuma cekikikan karena Troll nya berhasil sudah.
>>>> 
“ Zi ikut kita lagi ya main ke sirkuit lagi, semenjak punya suami, dulu, kamu nggak ada waktu lagi buat kami.” Scott berusaha dengan semangat 45 buat ngebujuk Zi supaya mau balik lagi kelintasan(?), paling nggak ya jadi UG nya lah. Jadi pembalap ntar dia jadi tukang tikung, tukang tikung pacar -_-.
“ Aku izin mama dulu ya?”
“ Zi kamu udah gede, udah berani nikah juga.”
Zi langsung memasang wajah seram, padahal udah kek gitu cetakannya, Scott langsung ciut nyali.
“ Nggak usah ngebahas nikah napa.”
“ Iya deh yang udah single.”
“ Awas elu bilang gue janda.” Bukannya emang beneran janda?
“ Iya-iya nggak bakalan nyebut Zi janda.”
“ Nah tuh apa?”
“ Cuma contoh.”
“-_-a.”
>>>> 
Akhirnya dengan berbagai macam rayuan maut Zi luluh juga, Zi kembali lagi jadi UG dan kembali lagi jadi rebutan rider-rider setelah sekitar setahun vakum. Dimarahin lakinya tjoy.
“ Zi kau kembaliii……” kedatangan Zi di sirkuit Sepang Malaysia disambut meriah temennya sesama UG dulu.
“ Aliciaaaa….” Zi jadi terbawa suasana.
“ Ibu-ibu jangan lebay.” Jeremy Burges yang kebetulan lewat pun berkomentar ria.
“ Ke cafeteria yuk, kangen nih sama soto banjar.” Zi asal ngejeplak.
“ Zi soto banjar nggak ada disini, kalau mau ikut aku aja ke Banjarmasin.”
Alicia  yang blasteran Banjar-Jerman dan tinggalnya di Banjarmasin langsung sekalian promosi, penulisnya juga.
“ Yah gak makan soto banjar.” Zi menekuk muka jadi 17(emang bisa?).
“ Setidaknya ada pecel lele.” Menu makanan pada ngawur.
Ditempat lain, Bred ama Scott sedang asyik main gendong-gendongan bareng anak-anak moto3 yang pada dibawah umur dan yang ngejones, contoh: Rins, Mack, Alex, Romano, ama yang jadi tuan rumah mamang Udin.
Nggak jauh beda sama duo british, duo spanyol yang rada somplak (read: Pol ama Rabat) juga asyik mainan, tapi mereka masih wajar lah mainannya. Yaitu main UNO sama Nakagami, cuman hukuman bagi yang kalah itu dibedakin. So muka mereka bertiga udah saingan ama Syahrini, dempul jeng.
Sementara itu anak-anak motogp nya kecuali emBred nggak ada yang kelihatan, setelah terselidiki ternyata mereka masih pada asyik kencan dengan bantal dan guling mereka.-_-a
>>>> 
Malamnya Zi bersama Bred dan Scott jalan-jalan di sekitar paddock, besokkan udah mulai FP1 jadinya banyak banget mekanik-mekanik dan beberapa kru beserta ridernya ngeronda, takut-takut ntar ada yang nyolong mesin mereka. Padahal di depan sirkuit udah terpampang tulisan gede-gede banget “PEMULUNG DAN PENCURI DILARANG MASUK, KALAU NEKAT NTAR DIKILIKITIK(?) SAMA ORANG SATU SIRKUIT” tapi mereka tetap bersikeras buat ngeronda. Mengantisipasi kalau pencuri ama pemulungnya buta huruf.
“ Zi elu hebat ya sembilanbelas tahun udah janda.” *ea….
“ Apanya yang hebat Bred?”
“ Ada masalah apa sih Zi sampai cerai-cerai segala.” Scott yang melihat gelagat Zi yang pengen nggebuk Bred langsung mencoba buat diplomatis.
“ Rumit.”
“ Maksudnya?”
“ Ya rumit, sudahlah masalahnya hanya aku, Piazon dan tuhan yang tau.” *ea….(kayak bang Tukul ea ea muluk)
“ Kira-kira sudah ada cowok yang menawan hatimu sekarang Zi?”
“ Surat ceraiku baru keluar seminggu yang lalu dan aku sudah jatuh cinta? Gila.”
“ Iya juga sih.”
“ Ada topik lain?” Zi sudah sangat muak dengan kata “Cerai” dan “Janda”.
Bred dan Scott hanya terdiam, sejauh ini memang tak ada yang menarik untuk diperbincangkan selain masalah cerainya Zi.
“ Baiklah, bisa kita balik ke motorhome? Aku ngantuk.”
Zi melangkah lebih dahulu, Scott dan Bred hanya membuntuti di belakang. Iyalah membuntuti dari depan kan nggak bisa.
“ Zi marah?” bisik Bred.
“ Sepertinya, horor kan?”
“ Iya horor kayak Insidius 2 feat The Conjuring.”-_-a
>>>> 
“ Zi bangun zi bangun.” Bred teriak-teriak geje ditelinganya Zi, tapi apadaya yang diteriakin nggak bangun-bangun juga :/
“ Percuma Bred Zi semalem habis minum obat bius dua botol.” Scott yang mau berangkat(?) mandi langsung nyahut, tanpa kabel tanpa selang nyambung aja.
Padahal Bred mau ngajakin Zi makan pecel yang tadi ia beli sama Doni Tata di sebelah paddocknya Rins.
Tapi apa yang bisa Bred lakuin sekarang selain makan pecel dua porsi -_-.
“ Bred temenin beli sarapan yuk.” Zi yang baru aja bangun dari hibernasinya masang tampang yang super duper kucel.
“ Udah sarapan.” Bred menjawab enteng.
“ Sarapan apa elu?” Zi memandangi bungkus-bungkus pecel yang terbuat dari daun jati(?). Daun pisang is too mainstream.
“ Pecel.”
“ Apaaaaa? Nggak ngajak gue?”
“ Elu aja tadi masih molor, ya gue abisin jatah lu.”
“ Jatahku?”
Zi semakin merutuki kengantukannya(?) semalem.
“ Ayo kalau mau ke café.”
“ Nggak ah, kenyang.” Zi balik kanan dan kembali ke kamarnya, nggak ada semangat-semangatnya buat idup.
“ Ngambek ya Zi?”
“ Nggak tuh.” Ketus Zi.
“ Ya udah.” Bred hadap kanan, kiri, hormat dan pergi. Kek anak paskib aja lu Bred.
“ Eh Scott mana?”
“ Ngungsi mandi ke motorhomenya bang Cal, itu aer keran mati.”
SIAL, itulah satu kata buat Zi pagi ini. Setelah menimbang dan memutuskan Zi lebih baik nggak mandi, sekalipun mandi dia keknya bakalan ngungsi ditempat Alicia.
“ Alicia elu ada air buat mandi + luluran nggak?”
“ Ada kenapa Zi?”
“ Boleh numpang mandi.” Zi nyengir, memperlihatkan gigi yaeba nya (gigi gue emang yaeba dan nggak pake operasi)
“ Oke.”
Akhirnya Zi bisa mandi juga sekalipun udah jam tiga sore.
“ Segeerr banget bisa mandi.” Zi yang baru keluar kamar mandi langsung berkomentar tentang air di kamar mandi tadi.
“ Campuran air Es kok Zi.” <-- kebiasaan BJM panas kali ya, nggak tau juga sih gue bukan anak situ :v.
“ Dafuq.”
“ Canda doang.”
“ Keluar yuk, jalan-jalan.”
“ Males ah.”
“ Kenapa?”
“ Ada janji sama bebebku.”
“BRAK” pintu dibanting ama Zi, kesel kali yah dia kan nggak ada bebeb.
“Ciye si janda cembetut hahaha.” Ejek seseorang pas ngeliat Zi jalan nunduk sambil manyun.
Zi yang apal banget sama ntuh suara langsung menambah kadar cembetutnya. Asem… dia orang pertama yang berani blak-blakan nyebut status barunya Zi, yang nggak bisa banget dibanggakan.
“ Nggak pernah ngerasain tipokan mautnya  Hwang Zia Carter ya?” sorry ya buat @SamCarterSC nama belakang lo gue pinjem bentaran aja, komisi? Nyusul dah :p.
“bukk” tonjokan mautnya Zi pun akhirnya mendarat juga di jidatnya Marc. Mereka berdua ini emang terkenal musuhan di sirkuit, bermula dari kejahilan Marc yang ngebajak fb nya Zi dan ngerubah namanya dari “Zia Hwang Carter” jadi “ Zi lopelope berhambur buat Puig part II”. Eleh Marc leu niat amat ya ngganti nama fb orang -_-a.
“ Eh Zi kalau sampai gue gegar otak terus nggak bisa race elu yang salah.”
“ Hedeh cuma kena begituan doang udah gegar otak lah, cidera lah. Gentle dong mbloo.” Eh tunggu! Jadi Zi nggak jomblo gitu? “Zi : gue janda -_-“
Marc pun ngacir sambil megangin jidatnya yang nambah duacenti sembari nangis-nangis kek orang abis motongin bawang.
Sementara itu ditempat lain Scott ama Bred lagi main uno sama anak-anak jones lainnya.
“ Nah lo gue skip loh.” Bred teriak-teriak kegirangan mentang-mentang bisa nyekip temennya.
“ Iya kite-kite tau kok.” Jawab yang lain serempak kek koor.
“ Eh ada Zi, sini Zi main uno yuk.” Scott ngajakin. Zi gini-gini jago banget main uno, buktinya setiap main uno dia pasti dibedakin -_-
“ Males ah.” Zi melanjutkan acara ngacirnya dia. Tempat yang bakalan ia tuju adalah motorhomenya si Etep, coz nya disitu pasti ada si Alicia, bebeb nya Etep sohibnya Zi.
“ Etep, Etep.” *krikkrikkrik
“ Alicia, Alicia.” *stillkrikkrikkrik
Zi mengedarkan pandangan, ialah ngedarin selebaran dia juga nggak punya :p.
“ Dilarang meminta sumbangan tanpa seizin RT Dovi sebelumnya. Sekian terimakasih.” Zi sempet-sempetnya membaca stiker dipintu motorhomenya Etep. Buset peringatan apaan nih?
Zi pun kembali ke motorhomenya Scott, hotel gratisnya dengan perasaan rada-rada kecewa, rada-rada jengkel. Pokoknya serba rada-rada.
>>>> 
Keesokan subuhnya Zi bangunnya pagi banget dah, adzan belum terdeteksi dia udah bangun duluan. Dikarenakan Zi nggak sengaja bangun dan nggak bisa tidur lagi + dia nggak mau ketinggalan sarapan lagi kayak kemaren.
Yang pertama Zi ubek-ubek adalah hapenya, dan yang pertama doi buka itu twitter <-- realita.
@poldanmix : kakak ngoroknya niat banget dah :’(
@hzicarter : kesian amat idup loh :p “@poldanmix : kakak ngoroknya niat banget dah :’("
@poldanmix : ngejek ya luh Zi :' "@hzicarter : kesian amat idup loh :p “@poldanmix : kakak ngoroknya niat banget dah :’(""
@hzicarter : @poldanmix itu kenyataan mas bro :p, nikmati lah :D
@scottemulsion : @hzicarter @poldanmix ihir pedekate'an, bentar lagi PJ #makanmakan
@poldanmix : iya makan kamu kan? :3"@scottemulsion : @hzicarter @poldanmix ihir pedekate'an, bentar lagi PJ #makanmakan"
@hzicarter : hedeh kanibal --->"@poldanmix : iya makan kamu kan? :3"@scottemulsion @hzicarter @poldanmix ihir pedekate'an, bentar lagi PJ #makanmakan""
Dan keasyikan mereka di dunia per-twitteran pun harus dihentikan karena adzan subuh yang dibawakan secara live ama mamang udin dengan suara serak-serak banjir :|.
" Zi subuhan yuk Zi." Bred udah njemputin Zi buat subuhan.
" Iya tunggu aku lagi make sarung nih(?)." Zi kamu ibu-ibu apa bapak-bapak? Perpaduan antara keduanya.
Saat Zi membuka pintu jantung Zi langusng mau copot, bayangin coba si Bred pake mukena dan Zi sendiri pake sarung <--- saksikan dilayar kaca anda "Jenis kelamin yang tertukar" setiap malam Jum'at jam 25.30 di Dusta TV.
>>>> 
Saat Kualipikasi buat kelas motogp di laksanakan Zi ama Alicia malah asyik keliling-keliling plus ngecengin anak-anak moto3 yang masih pada bau bawang :|
" Piwit ihir, gadis gadis pada lewat nih." Rins yang jadi ketua regunya geng paddock nya anak-anak moto3 yang diberi nama opisial "Cemunguth buat moto2 ea" mulai ngegodain Zi ama Alicia yang sengaja lewat sambil tebar pesona padahal pesona mereka pas-pasan. Eh tunggu dulu, apa tadi gadis? Zi nggak termasuk dalam menu berarti 8).
" Uhuy janda kembangnya bang Piazon lewat euy." para mekanik pun nggak ketinggalan ngeksis buat menyapa Zi, maklumlah si Zi kan udah setauanan tuh nggak masuk lintasan(?) makannya pada banyak yang kangen.
Zi sengaja menyibakkan rambut lurusnya yang berwarna coklat-coklat mamamia lezatos lah :|.
Tapi kelauan Zi ini bukannya nggak ada akibatnya bro/sist, dipojokan paddocknya bang Cal telah markir noh si Lucy;calon istrinya doi sama si Ipet pacar nya si Dani (jujur aja nih authornya nggak semangat pas ada nama Ipet -_-). Mereka bedua lagi asyik-asyiknya rumpi.
" Eh noh liat si janda kembang tebar pesona ama brondong." Lucy nyenggol-nyenggol Ipet yang lagi poles bedak.
" Iya tuh, udah janda juga." Ipet masih tetep pokus ama bedaknya.
" Eh ngemeng-ngemeng kapan elu nikahan ama si Dani? Gue aja bentar lagi, elu masa betah sih pacaran mulu. Bergerak maju dong, noh si Zi yang umurnya belum genep 20tahun aja udah janda." Lucy yang terkenal kepo abis bahkan sampai punya akun di twitter yang namanya @Lucykepo langsung nyerocos nggak karuan. Dasar nih biggos nya motogp.
" Etdah sabar napa, duit buat nikahan belum ngumpul nih. Sorry ya gue nggak mau ngejanda." sekarang si Ipet lagi pakai mascara *apalah itu namanya yang buat kelopak mata.
" Ya elah mbak bro, pacaran dari taun alif sampai tau wau nggak ada duit mulu."
" Abis nikah kan juga butuh duit nggak cuma pas nikahnya doang kali mbak bro."
" Gue aja berani nikah masa elu enggak." Lucy mencibir.
"Brakk" Ipet mengebrak meja, para mekanik yang ndenger suara super cetar itu langsung berduyun-duyun datang buat nonton pertunjukan gerates.
" Ayo gebrak lagi." kata mekanik 1
" Iya kurang keras yang tadi." mekanik yang lain nambahin.
Edeh para bapak-bapak ini nggak tau apa kalau tangannya si Ipet udah nyut-nyutan gara-gara nge gebrak tuh meja yang terbuat dari kayu ulin a.k.a kayu besi -_-.
>>>> 
Sementara anak-anak moto2 pada kualipikasi, Bred ngadem di paddock nya Scott. Pasalnya nih *ceileh* kipas angin dipaddocknya rusak, AC mati dan para UG pada ngacir entah kemana pas disuruh ngipasin Bred, benernya sih tadi ada mekanik gitu yang nawarin tapi Bred nya ogahan, mending juga ke paddock Scott. Sok jual mahal amat nih Bred.
Sembari ngadem Bred milih buat ngisi TTS yang dia beli kemaren di tukang cangcimen. Di Sepang ada tukang cangcimen? Authornya habis nge-mejik masrum :v.
" Enam mendatar, sembilan huruf. Satuan berat setelah Kilogram." Bred mikir bentaran. Lalu dengan PeDe nya dia njawab " I-N-S-T-A-G-R-A-M."
Betapa jeniusnya engkau Bred, bukannya njawab Hektagram malah Instagram. Itu mah sosmed buat upload-upload poto -_-
Nggak jauh dari situ Zi ama Alicia lagi tepe-tepe ama anak-anak motogp yang abis kualipikasi, kalau ngecengin anak-anak moto3 terus ntar dikira pedopil lagi.
“ Hay calon kakak ipar gagal.” Ps: Alicia mantannya Pol, mantan kesayangan :3
“ Hay.” Aleix nebar senyum.
“ Hay calon suami.” Mulai deh Zi tepe-tepenya.
“ Hay calon ibu dari anak-anakku.” Bedeh rayuannya maut tjoy.
Setelah itu Zia ma Alicia nerusin jalan-jalan men mereka.
" Woy janda lewat woey." musuhnya Zi a.k.a mak makes <--- logat adek gue :D
" Woey jones iri woey." Zi nggak mau kalah.
" Elu malah lebih ngenes Zi." Alicia berbisik.
" Sst diem lu, gue nggak merasa ngenes kok."
" Terus?"
" Nyesek aja." sama aja Zi….
Zi sama Alicia akhirnya mengakhiri perjalanan mereka muter-muter gak jelas kek gasing di sirkuit Sepang. Dan pemberhentian terakhir ya paddocknya si Etep.
" Ketemu besok ya Zi."
Alicia dadah kawai-kawai didepan paddock nya Etep buat melepas kepergian Zi. Nih kata-kata kek Zi nggak idup aja besok -_-.
>>>> 
Sebelum race moto2 Zi bersiap jadi UG, dandannya udah siap bener pokoknya. Zi pakai baju ala SNSD di klip yang Genie, yah baju-baju pelaut gitulah, inget baju pelaut bukan nelayan nya -_-.
" Sumpeh Zi kakimu keliatan jenjang banget." Scott udah ngiler ngeliat kakinya Zi yang jejang abis. Maklumlah tingginya dia kan 167 tapi beratnya Cuma 40 kilo (ok yang ini tingginya Zi mambah 18cm dan beratnya nambah sekitar 4kg'an lah :p).
" Sayangnya gue nggak punya gelben ya Scott." Zi memandangi kakinya, dan bener kayak kaki SNSD deh. Mulai GR dia.
" Bikin gin sama si Alicia, Ipet, Lucy."
" Bedeh ntar gue ketauan unyu-unyu nya kalau bareng mereka."
" Ketauan jomblo nya iya." Scott ngikik.
"Damn, jleb banget nih kata-katanya. Gue ngejones sendiri diantara mereka." Batin Zi.
" Ya udah good luck buat race nya. Cemunguth ea, kd pinis nyawa nda jitak lah."
" Ma ae kejamnya lah pian." ok bahasa pehuluannya keluar :D.
Author : stop stop kalau kalian pakai bahasa banjar terus kasian yg baca.
Scott+Zi: he… yang bikin ceritakan situ *siapingolok
Author: Sorry sorry
*back to story*
"Ya udah good luck buat race nya. Cemunguth ea, nggak pinis ku jitak kamu."
" Kejam bengat kau Zi."
Scott masang helm nya, balapan pun segera dimulai. Para kru, UG dan reporter mulai meninggalkan lintasan, takut terseledeng motor -_-
Balapan baru aja dimulai, satu lap belum juga nyampe udah ada insiden dengan biang keroknya si Alex Pons.
" Wahaha noh Zi kembaranmu ndlosor." Bred ngakak pas ngeliat tuh kejadian. Apalah maksudnya ini?
" Enak aja kembaran."
" Buktinya ultah aja barengan."
" Ya elah Bred=roti taunnya beda kalee. Lagian kan di dunia ini ada milyaran orang ya pastilah ada aja yang DOB nya sama, apalagi cuma ultah doang." Zi misuh-misuh panjang pendek dikatain kembaran Alex Pons, untung bukan Alex Biore gitu.
" Terima nasib ajalah Zi." Bred makin ngakak, apalagi pas tau ada red flag. Ini pembalap apa sih? Anehnya penuh dengan niat -_-.
" Zi pijetin dong nih badanku rasanya remuk-remuk."
" Pijetin ya Bred."
" Eh nggak jadi."
Bred jadi ciut nyali gara-gara pas Zi balik badan ternyata dia bawa obeng kembang sama kunci Inggris entah itu dapat klepto darimana.
" Katanya tadi minta pijet." Zi langsung mbanting tuh obeng ama kunci Inggrisnya sekalian.
" Ntar aja biar dipijat ama pemijat profesional."
" Ya udah, eh Bred aku keluar dulu ya. Bye."
Bred akhirnya bisa bernapas lega saat Zi keluar paddocknya, untung aja tadi nggak jadi ditotok pake obeng sama kunci Inggris.
>>>> 
Setelah tadi kena bagian mayungin Scott kini giliran emBred yang dipayungin ama Zi.
" Zi panas nih mayunginnya yang bener dong." Bred ngomel-ngomel diatas kuda besinya.
" Yelah ini bukan masalah aku bener ato nggak mayunginnya tapi noh sebelahmu lagi bakaran sate." Zi nunjuk-nunjuk menaniknya Bred yang malah pada sibuk ngurusin sate bukan pembalapnya.
" Hoey hoey minta dong." Bred bisik-bisik ngasih kode. Elah gubrak dah ini mekanik ama ridernya sama, ancur semua.
" Bred pokus ama balapan Bred, pokus inget." Zi main tarik aja kuping nya Bred.
" Eeee sakit Zi lepasin napa."
" Lepasin juga tuh sate."
" Iya bentar." belum selesai si Bred ngelepas sate nya eh tangannya Zi lebih cepet lagi buat ngambil tuh sate dan mencicipinya. Bred tinggal merana menatapi satenya dimakan Zi dengan wajah tanpa dosa, padahal banyak banget dosanya :p.
" Ya udah gin sono balapan, aku balik ke paddock dulu ya."
Muka Bred semakin melas ketika sadar kalau hape nya ngilang dan dibawa sama seorang mekanik berkepala botak, yah 11:12 lah ama Bred. Padahal tadi itu hape udah susah susah Bred sembunyiin bawah tangki tapi masih aja ketauan (kek aku pas ulangan, tapi nyembunyiinnya bawah meja).
Balapan pun di mulai, di paddocknya Scott, Zi lah yang paling heboh. Maklum dia heboh banget kalau udah ngedukung Dani Pedrosa. Pokoknya heboh banget, konsekuensinya kalau kamu nonton motogp bareng Zi, kamu kudu siapin earphone minimal, kalau nggak ya penutup kuping yang biasa dipake rider (emang ada?).
" Ayo Daniku, wortelku seledeng aja terus, iya tikung, terus terus." kek tukang parkir.
Akibat ulahnya Zi, paddocknya si Scott kosong mlompong, cuman tersisa Scott sama Zi bedua. Scott sebenernya juga kepaksa tapi mau gimana lagi pas dia mau ikut-ikutan ngungsi dia terlanjur dicegah ama mekanik-mekanik lain. Nggak baik tuan rumah pergi kesana kemari -_-, petuah apa coba ini? #bantingpaddock.
" Zi bisa pelanin suaranya nggak Zi, orang-orang pada kabur nih." kayaknya si Scott emang udah nggak betah ini.
Zi melihat ke seluruh paddock, termasuk paddocknya Mika Kallio, dan bener apa kata Scott. Nggak ada orang sama sekali disitu kecuali dia sama Scott -_-.
" Iya iya Scott maap, tadi terbawa euforia."
Selama Dani memimpin jalannya race Zi cuman bisa diem nggak berkutik, takut-takut kalau ntar dijitak ama Scott.
Tapi yah yang namanya Zi, nggak ada kapok-kapoknya deh. Udah diperingatin kek apapun bakalan tetep heboh kalau masalahnya itu Dani Pedrosa. Buktinya pas Dani bisa podium satu setelah race kemarennya diseledeng ama Marc, Zi loncat-loncat kegirangan kek anak kodok baru tau ujan. Sumpeh ni author sok tau, ngasal pula -_-.
 " Zi diem dikit napa malu tuh." lagi-lagi Scott nyebut dalam hati, "napa gue punya temen kek begini? Dari kecil pula? Ya tuhan bantu Scott ya please."
" Maap euforia." Zi nyengir.
Sabar yah buat Scott, kamu bakalan tersiksa banget punya temen kayak Zi ama Bred. Malang nya nasib.

-Bersambung kalau mau(?)-